Berita

Robert Levinton diduga disandera Iran selama 13 Tahun, Saat Ini dikabarkan telah meninggal dalam Tahanan Iran/Net

Dunia

Bantah Pernyataan Keluarga Levinson, Iran: Kami Tidak Pernah Mengetahui Keberadaan Mantan Agen FBI Itu!

JUMAT, 27 MARET 2020 | 06:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru bicara media Iran, Alireza Miryousefi, membantah bahwa Iran mengetahui soal keberadaan agen FBI, Robert Levinson atau Bob Levinson, yang menghilang sejak 2007 dan diduga menjadi sandera Iran.

"Iran selalu menyatakan bahwa para pejabatnya tidak mengetahui keberadaan Mr. Levinson, dan bahwa dia tidak berada dalam tahanan Iran. Fakta-fakta itu tidak berubah," tegas Alireza Miryousefi dalam cuitannya di akun media sosialnya, mengutip The New York Times, Kamis (26/3).

Keluarga Levinson mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan pada Rabu lalu. Salah satu anggota keluarga mengabarkan bahwa Robert Levinson, yang dikabarkan hilang sejak 2007, ternyata meninggal dalam tahanan Iran. Keluarga mengabarkan hal itu, kemarin Rabu (25/3), sekaligus mengungkapkan musnahnya 13 harapan akan keberadaan pria itu.


Redaksi RMOL sebelumnya menulis bahwa keluarga Levinson mengklaim mendapat kabar duka itu dari para pejabat AS, namun tak dijelaskan kapan tepatnya pria itu meninggal. "Kami baru-baru ini menerima informasi dari para pejabat AS, yang isinya menyimpulkan bahwa suami dan ayah kami yang luar biasa, meninggal saat berada dalam tahanan Iran," kata keluarga, mengutip AFP (26/3).

Terakhir kali diketahui keberadaan Levinton di Iran.

Levinson menghilang pada 9 Maret 2007, ketika dia dijadwalkan untuk menemui seorang sumber di pulau Kish, Iran. Selama bertahun-tahun, para pejabat Amerika hanya mengatakan bahwa Levinson bekerja secara independen dalam penyelidikan pribadi.

"Mereka yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Levinson, termasuk mereka yang berada di pemerintahan AS yang selama bertahun-tahun meninggalkannya, pada akhirnya akan menerima keadilan atas apa yang telah mereka lakukan," kata keluarga dengan amat sedih, mengutip The Guardian, Kamis (26/3).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya