Berita

Menteri Pertahanan Mark Esper/Net

Dunia

Pentagon Hentikan Pergerakan Militer Ke Luar Negeri, Kecuali Proses Pemulangan Pasukan Dari Afganistan

KAMIS, 26 MARET 2020 | 11:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan pergerakan militer ke luar negeri selama dua bulan.

Esper mengatakan, semua pasukan AS dan keluarganya tidak boleh melakukan perjalanan ke luar negeri demi menghindari penyebaran virus lebih lanjut.

"Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kami tidak membawa virus kembali ke rumah, menginfeksi orang lain, bahwa kami tidak menyebarkannya ke militer," kata Esper pada Rabu (25/3).


Ada pun aturan tersebut berlaku untuk semua pasukan AS kecuali proses penarikan pasukan yang sedang dilakukan di Afganistan.

Dalam perjanjian damai AS dan Taliban, AS berkomitmen untuk mengurangi jumlah pasukannya di Afganistan menjadi 8.600 dalam 135 hari.

Sementara penarikan penuh semua pasukan AS dan koalisi akan dilakukan dalam kurun waktu 14 bulan sejak perjanjian damai.

"Itu (menghentikan perintah pergerakan) seharusnya tidak berdampak (pada penarikan pasukan)," ujar Esper seperti dimuat CNA.

Militer AS pada Rabu juga mengatakan telah meningakkan keamanan terkait ancaman kesehatan di pangkalan-pangkalan militer di seluruh dunia.

Pentagon mengatakan pihaknya meningkatkan kondisi perlindungan kesehatannya, atau HPCON, kepada Charlie, tingkat tertinggi kedua, yang menunjukkan transmisi masyarakat berkelanjutan.

Menurut Pentagon jumlah pasukan AS yang saat ini terinfeksi corona di seluruh dunia menjadi 227.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya