Berita

Andi Arief/Net

Politik

Jokowi Tidak Akan Lockdown, Andi Arief: Okelah Patuh, Tapi Alasannya Apa?

MINGGU, 22 MARET 2020 | 14:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan bahwa dirinya sudah mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk tidak melakukan lockdown atau mengunci suatu wilayah.

Padahal, mayoritas masyarakat Indonesia mendesak pemerintah untuk melakukan lockdown mengingat sebaran virus corona baru atau Covid-19 kian masif dan korban meninggal juga terus berguguran.

Menyikapi keputusan itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief mengaku bisa menerima dan akan patuh. Hanya saja dia membutuhkan alasan dari pemerintah agar semua terang benderang.


“Pak Jokowi melalui kepala BNPB (Doni Monardo) menyatakan tidak akan menempuh jalan lockdown. Okelah harus dipatuhi, tetapi apa alasannya? Karena penjelasan Kepala BNPB tak menyebut alasannya,” tanyanya melalui akun Twitter pribadi, Minggu (22/3).

Dia meminta Doni Monardo terbuka kepada masyarakat mengenai belum dilakukannya karantina wilayah di sejumlah daerah terjangkit wabah virus corona tersebut.

Menurutnya, masyarakat harus mengetahui secara detail alasan pemerintah belum mengeluarkan kebijakan lockdown sebagaimana yang dilakukan negara maju lainnya.

“Alasan di saat masa kritis ini penting,” demikian Andi Arief.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya