Berita

TKA China mendarat di Kendari/Net

Politik

Beda Dengan Kemnaker Soal 49 TKA China, Menko Luhut: Jangan Diributkan, Mereka Legal Semua

RABU, 18 MARET 2020 | 21:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sebanyak 49 warganegara China yang diduga menjadi tenaga kerja asing di Kendari, Sulawesi Tenggara, dikecam banyak pihak.

Pasalnya, kondisi Indonesia saat ini tengah dilanda badai virus corona yang tidak lain bermula dari Provinsi Hubei, China.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku telah mengetahui hal tersebut dan meminta masyarakat untuk tidak membesar-besarkannya.


“Tadi kan kami rapat, jangan besar besarkan juga. Harus proposional. 49 itu dapat visa 211 A pada 14 Januari sebelum kita dapat larangan China datang ke Indonesia,” ujar Luhut lewat video conferencenya, Rabu (18/3).

Menurutnya, kedatangan rombongan warganegara asing asal China tersebut tidak melanggar aturan Kementerian Hukum dan HAM dan mereka tidak ilegal.

“Ada juga Permenkumham. Jadi gak ada yang dilanggar. Mungkin ada sedikit masalah teknis 211 A dan 211 B. Sekarang mereka masih di karantina di Kendari. Biar aja dulu,” paparnya.

Dia menerangkan Indonesia tidak perlu meributkan kedatangan 49 warganegara asing asal Cina tersebut.

“Mereka legal semua. Jangan meributkan hal-hal yang gak perlu. Kita juga nggak mau impor penyakit,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya