Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Kritik Anies Baswedan, Jokowi: Transportasi Publik Tetap Harus Disediakan

SENIN, 16 MARET 2020 | 16:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah daerah harus tetap menyediakan layanan transportasi publik, sekalipun ada imbauan masyrakat untuk beraktifitas di rumah ditengah wabah virus corona.

"Transportasi publik tetap harus disediakan pemerintah pusat dan pemda," kata Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3).

Ucapan Presiden Jokowi itu berkaitan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membatasi operasional transportasi umum untuk mencegah penyebaran virus corona.


Kebijakan Gubernur Anies juga dimaksudkan untuk memaksimalkan imbauan untuk bekerja dari rumah bagi pegawai dan karyawan. Termasuk juga, sekolah yang diliburkan.

Hanya saja, akibat imbauan itu justru terjadi penumpukan penumpang di halte transjakarta dan stasiun MRT di mana pembatasan armana dan penumpang tidak sebanding dengan pengguna moda.

Bagi Presiden Jokowi, paling penting saat ini adalah bagaimana langkah mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi, kata dia, harus dapat memastikan penumpang menjaga jarak dengan penumpang lainnya.

"Dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran Covid-19. Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah perlu terus untuk kita gencarkan," jelasnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan transportasi publik, lanjutnya, adalah dengan meningkatkan kebersihan moda tersebut. Pesan ini berlaku untuk semua moda, baik kereta api, bus kota, MRT, hingga bus transjakarta.

"Yang penting bisa mengurangi tingkat kerumunan. mengurangi antrean dan mengurangi tingkat kepadatan orang dalam moda transportasi tersebut," katanya.

Selain imbauan tersebut, dia juga mengingatkan agar semua kebijakan besar di tingkat daerah mengenai Covid-19 harus dibahas bersama pemerintah pusat.

"Konsultasi dengan kementerian terkait dan satgas covid-19," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya