Berita

Nurhadi/Net

Hukum

Belum Pernah Terima SPDP, Maqdir: Nurhadi Malah Tahu Dari Orang Lain

MINGGU, 15 MARET 2020 | 21:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pengacara Nurhadi, Maqdir Ismail mencurigai ada upaya kriminalisasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung itu.

Buktinya, Nurhadi belum mendapatkan pemberitahuan dimulainya penyidikan, tapi justru Haris Azhar sudah mengklaim lebih tahu.

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation tersebut mengaku tahu bahwa Nurhadi serta menantunya, Rezky Herbiyono telah menerima SPDP dari KPK.


"Pak Nurhadi belum pernah terima, justru tahu bahwa ada SPDP itu dari orang lain," kata Maqdir kepada wartawan, Minggu (15/3).

Maqdir menyangsikan status Haris apabila dikaitkan dengan proses hukum yang berjalan. Namun, dia menyadari Haris mempunyai kedekatan dengan beberapa oknum di internal KPK.

”Kalau Haris bisa dapatkan itu artinya dia dapat dari penyidik, apa kepentingan Haris dengan perkara ini?” kata Maqdir.

Maqdir pun berharap semua rangkaian kronologi itu bisa tercatat baik di praperadilan yang akan diputuskan esok hari. Sehingga hakim bisa melihat secara keseluruhan, secara adil.

"Ya kita lihat sajalah besok (Senin, 16/3), putusannya itu apa, ya kita lihat kita dengar besok,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya