Berita

Teluk Bintuni/Net

Nusantara

Bupati Komitmen Dukung KIK Teluk Bintuni

KAMIS, 12 MARET 2020 | 18:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penetapan Teluk Bintuni, Papua Barat sebagai Kawasan Industri Khusus (KIK) disambut baik pemerintah setempat.

Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw yakin penetapan itu bisa bisa menarik banyak investor, sehingga bisa mendukung akselerasi pembangunan di kawasan Indonesia Timur.

Dia pun berkomitmen akan mendukung dengan memberikan kontribusi nyata menyukseskan rencana KIK tersebut. Penandatanganan kesepakatan untuk alokasi 50 hektare lahan pertama yang dibutuhkan dari 200 hektare merupakan salah satu komitmen tersebut.


Tidak hanya itu, demi memastikan efek investasi industri bermanfaat bagi masyarakat, Petrus Kasihiw memastikan akan terus melakukan pembicaraan dengan masyarakat adat.

"Masyarakat adat harus dihargai negara, sebab masyarakat adat merupakan bagian juga dari modal pembangunan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/3).

Pertama-tama yang akan diajak dialog adalah Lembaga Masyarakat Adat (LMA). Dialog akan membahas mengenai Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang diatur di dalam Perda Khusus. Pengelolaan DBH migas perlu dilakukan secara transparan agar bisa dipastikan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Bintuni.

“Diskusi dengan LMA akan ditindaklanjuti dengan Raperda sebagai landasan hukum pelaksanaannya,” terangnya.

Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi mengatakan KIK Teluk Bintuni sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Teluk Bintuni diprediksi akan menyerap investasi sebesar 800 juta dolar AS atau sekitar Rp 11,28 triliun,” terangnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya