Berita

Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cendrawasih saat mengunjugi Tembaga Pura/RMOLPapua

Pertahanan

Diganggu KKB, 790 Warga Pedalaman Mengungsi Ke Tembagapura

MINGGU, 08 MARET 2020 | 02:02 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kondisi yang tidak aman membuat ratusan warga pedalaman Timika terpaksa mengungsi. Mereka memilih untuk meninggalkan kampung tempat tinggalnya karena terus diganggu oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Mendapat laporan tersebut, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab langsung meninjau situasi keamanan di Tembagapura, Sabtu (7/3). Pangdam dan Kapolda ingin memastikan warga yang mengungsi sudah mendapat bantuan dari pihak aparat.

Kejadian bermula saat 30 orang warga melewati jalur dari kampung Utikini menuju ke Polsek Tembagapura, melihat hal tersebut personel piket siaga Polsek Tembagapura langsung menanyakan alasan warga mengungsi.


Warga beralasan ingin mengungsi ke Timika karena suasana di kampung sudah tidak nyaman. Terutama karena adanya kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sudah menempati dan mengganggu masyarakat Kampung. Bahkan menodongkan senjata api untuk meminta makanan kepada masyarakat.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLPapua, usai kedatangan 30 warga tersebut, disusul oleh rombongan lain. Sehingga jumlah pengungsi pun terus bertambah besar.

Hingga Sabtu pukul 18.00 WIT, tercatat sekitar 790 orang masyarakat di pedalaman pegunungan Timika yang telah mengungsi ke Polsek Tembagapura.

Terdiri dari 100 orang anak-anak, 370 perempuan, dan 320 laki-laki yang berasal dari kampung Longsoran, kampung Batu Besar, dan Kampung Kimbeli, dan diprediksi akan ada rombongan lagi dari kampung Binti.

Setelah memverivikasi setiap warga dengan melihat tanda pengenal selanjutnya, hasil koordinasi dengan CLO PT Freeport Indonesia, disiapkan 13 bus yang akan digunakan untuk mengevakuasi masyarakat ke Timika dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya