Berita

Pedagang jamu/RMOL

Bisnis

Omzet Penjualan Jamu Meningkat 50 Persen Di Tengah Wabah Corona

KAMIS, 05 MARET 2020 | 22:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Akibat wabah virus corona, penjualan jamu tradisional di kota Madiun mengalami peningkatan penjualan hingga 50 persen.

Peningkatan itu dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Dari mulai produksi 75 liter perhari bertambah menjadi 150 liter.

Hal itu disampaikan pemilik usaha D’Jamoe Oktavia Purnawati, Kamis (5/4).


Pemilik rumah produksi D’Jamoe di kelurahan Mojorejo kecamatan Taman kota Madiun mengaku sejak merebaknya corona penjualannya bisa mencapai 100 botol perhari yang tadinya perhari hanya 50 botol.

“Kalau pada hari biasa sih penjualan sampai 50 sampai 60 botol, tapi mulai Senin kemarin yang bersamaan merebaknya corona itu penjualan meningkat jadi sampai 80 sampai 100 botol perhari,” ujar Oktavia Purnawati yang akrab disapa Vivi kepada Kantor Berita RMOLJatim.

Meski empon-empon atau rempah jamu mengalami kenaikan harga, Oktavia tidak serta merta menaikkan harga jual produksi jamunya.

Alasannya kenaikan harga bahan jamu masih dianggap wajar. Namun, jika kenaikan harga bahan baku dinilainya naik di luar batas kewajaran baru harga jamunya akan dinaikkan.

“Untuk harga jamu di tempat saya harganya masih tetap tidak ada kenaikan. Tapi kalau harga bahan baku jamu naik diluar batas kewajaran baru saya naikkan harga jamunya,” jelasnya.

Varian jamu tradisional produksi D’jamoe menurut Vivi yang paling banyak diminati adalah jamu temulawak.

Rumah produksi D’jamoe sendiri memiliki empat varian jamu yakni temulawak, kunir asem, beras kencur, gula asem dan rempah sari sukma.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya