Berita

Imam Nahrawi bersalaman dengan Gatot Dewobroto/Net

Hukum

Berdebat Dalam Sidang, Imam Nahrawi Sebut Semenpora Gatot Dewobroto Hanya Cari Panggung

RABU, 04 MARET 2020 | 19:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mempertanyakan etika Gatot Dewobroto yang dinilai mencari panggung saat menjadi birokrat sebagai Sekretaris Kemenpora.

Hal tersebut dikatakan oleh Imam Nahrawi saat memberikan tanggapan atas kesaksian Gatot di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/3).

Imam mengakui pernah meminta Gatot mundur sebagai Sesmenpora karena selalu mencari panggung sendiri. Bahkan, diminta membentuk jurubicara kementerian tidak difungsikan, malah menjadi jubir sendiri.


"Sebetulnya itu adalah akumulasi dari banyak hal termasuk saat di Istana Negara bapak tidak melaporkan ke saya, tugas saya apa, dan ketika saya sampai Istana Negara, bapak enjoy ngobrol dengan pejabat lain padahal bapak adalah sesmenpora," kata Imam.

"Mestinya memberi tahu tugas saya, tugas saya apa di sana, dan bapak tidak melaporkan itu," dia menegaskan.

Menurut Imam, pelaporan setiap kegiatan merupakan tanggung jawab Gatot yang saat itu menjabat sesmenpora. Atas tindakan Gatot itu, Imam gagal menjadi penerima bendera dari Presiden Joko Widodo saat perayaan 17 Agustus 2018.

Gatot sempat membela diri, bahwa dirinya sudah melaporkan sebelum agenda dimulai.

"Saya pernah melaporkan ke bapak pada saat sebelum acara, tidak mungkin tidak melaporkan," jawab Gatot.

Namun, Imam tetap pada keyakinannya bahwa Gatot melapor setelah acara berlangsung. Selain soal sikapnya yang 'cari panggung'.

"Saya mengingat betul laporan bapak itu setelah acara, dan itu pun setelah saya tegur, karena kebiasan bapak memang, kedekatan bapak dengan pejabat dan memang sering melupakan menterinya dan bahkan mencari panggung sendiri. Dan itu juga jadi penilaian saya," jelasnya.

Selain dua hal tersebut, Imam juga mengeluhkan kinerja Gatot selama menjadi Sesmenpora.

"Ada beberapa hal yang ternyata sebatas laporan saja. Situation room, berapa tahun saya minta tapi ga jadi-jadi, TVPORA sudah diresmikan tapi tidak jalan, padahal bapak sesmenpora, bapak yang mengerti tentang rumah tangga," katanya.

Terakhir, Imam meluapkan kekesalannya ke Gatot terkait jabatan jurubicara yang justru diambil alih Gatot sendiri.

"Saya mengangkat juru bicara juga tidak difungsikan tapi bapak menjadi jurubicara terus menerus dan bahkan, beberapa hal yang masih dirapatkan di Istana Negara, yang tidak boleh diumumkan oleh siapapun, ternyata bapak mengumumkan sendiri," urainya.

"Termasuk dengan pak Tono masalah gaji PNS, bapak tidak izin ke saya tapi setelah rapat baru memberi tahu ke saya. apakah begitu etika birokrat?," tambah politisi PKB ini.

Gatot tidak banyak menanggapi dan hanya mendengarkan tiap keluhan Imam terhadapnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya