Berita

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah, Joko Asmoro/RMOL

Bisnis

Imbas Kebijakan Arab Saudi, Perusahaan Layanan Umrah Ditaksir Merugi Hingga 2,5 Triliun

SABTU, 29 FEBRUARI 2020 | 14:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sejumlah perusahaan penyedia layanan umrah ditaksir mengalami potensi kerugian mencapai triliunan rupiah.

Kerugian itu imbas dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menutup pelaksanaan umroh dan wisata pada Kamis (27/2) lalu.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah Arab Saudi sebagai upaya pencegahan wabah virus corona atau covid-19.


"Potensi penjualan kerugian sampe Rp. 2-2,5 triliun. Efek luar biasa karena sampe terkena ke tenaga kerja kami," ujar Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah, Joko Asmoro dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2).

Joko Asmoro menuturkan, potensi kerugian itu dihitung dari data paket biaya umrah sebesar Rp. 20 juta. Sementara setiap bulannya ada sekitar 100-150 ribu calon jamaah umrah Indonesia mendaftar.

"Tapi mereka memahami itu. Karena ini juga ibadah. Kami tegaskan juga ke temen-temen untuk memahami kondisi ini karena keamanan nomor satu," katanya.

Terlebih, ada sekitar 2.393 calon jamaah umrah asal Indonesia tertahan di Bandara Soekarno-Hatta dan gagal berangkat ke tanah suci lantaran terkena imbas kebijakan pemerintah Arab Saudi.

"Sementara yang udah berangkat tapi nggak bisa masuk dan ada di negara transit 1.685 (calon jamaah). Yang sempat transit kemarin balik lagi semua. Kecuali yang sudah disana (Arab Saudi)," demikian Joko Asmoro.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya