Berita

Logo Kresna Life/Net

Bisnis

Kresna Life Terpapar Virus Jiwasraya?

SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 02:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Grup Kresna sedang menjadi sorotan di pasar. Setelah hampir 2 hari ramai dikabarkan menunda penarikan investasi surat utang jangka menengah (MTN) nasabah.

Kabar yang berkembang di pasar menunjukkan Kresna Life sedang meminta nasabah mereka memperpanjang proteksinya di produk Kresna Link Investa (K-LITA).

Soal kabara tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Aief Puyuono menyebut Kresna Life mulai terpapar virus Jiwasraya, perusahaan asuransi BUMN.


"Waduh mulai kena dampak virus Jiwasraya nih Kresna Life, dimana Kresna Life sudah gagal bayar,bahaya banget nih bisa mengarag krisis di pasar keuangan secara sistemik nantinya," ujar Arief kepada wartawan, Jumat (14/2).

Soal permintaan Kresna Life untuk nasabah bisa memperpanjang dana proteksinya. Arif menyebut nasabah Kresna Life untuk tettap berhati-hati.

"Nah untuk nasabah atau investor di Kresna life harus berhati hati nih, sebab belum tentu himbauan untuk tidak mencairkan bagi nasabahnya hingga enam bulan kedepan bisa menjamin dana nasabah yang ditanam di Kresna Life bisa balik atau dicairkan secara utuh," jelasnya.

Arif mengingatkan juga, jika dalam enam bulan kedepan Kresna Life tidak dapat mengembalkan dana nasabah. Maka mereka harus mulai untuk menjual aset perusahaan.

"Jadi jika terjadi gagal bayar Kresna Life hingga enam bulan, maka Kresna harus jual asetnya berupa gedung di SCBD jika tidak ingin terjadi rush oleh para nasabahnya," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya