Berita

Puan Maharani saat raih gelar doktor honoris causa/RMOL

Politik

Beri Gelar Puan Maharani, Rektor Undip: Selamat Mas Happy, Malam Ini Tidur Dengan Doktor

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 17:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Puan Maharani Nakshatra Kusjala Devi atau dikenal hanya Puan Maharani resmi menyandang gelar doktor kehormatan alias doktor honoris causa (HC).

Gelar yang diterima ketua DPR RI ini diberikan dalam sidang terbuka senat akademik Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung Prof. Sudarto, Kampus Undip Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2).

Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan bahwa keputusan ini bukan sembarangan. Menurutnya, Puan merupakan sosok yang memilki kapasitas dan integrasi yang tidak perlu diragukan.


"Memilih DHC Puan Maharani untuk diperjalankan menjadi seorang DHC. Hal ini tentu dilandasi kapasitas dan kapabilitas, serta integritas yang dimilikinya. Sehingga diyakini mampu untuk memikul beban amanat sebagai seorang doktor honoris causa," kata Yos dalam sambutannya.

Dia pun mengucapkan selamat atas gelar yang diberikan Undip kepada Puan.

Sembari bercanda, dia menyampaikan selamat kepada suami Puan, Happy Hapsoro, karena dirinya kini memiliki istri seorang doktor.

"Saya tunjukkan betapa sulitnya, tapi saya ucapkan selamat dulu Ibu Puan. Selamat menjadi doktor honoris causa, juga selamat untuk Mas Happy, mulai malam ini, bapak tidur dengan seorang doktor," katanya disambut disambut tawa para undangan.

Dalam penganugrahan gelar DHC untuk Puan kali ini, sejumlah tokoh juga terlihat hadir. Mulai dari Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Sementara jajaran menteri yang hadir dalam acara ini diantaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menpan RB Tjahjo Kumolo, dan tamu undangan lainnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya