Berita

Ali Mu'thi/Net

Publika

Catatan Kecil Dari Arena Kongres PAN: Melelahkan, Atraktif, Dan Happy Ending

RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 16:14 WIB

LIMA kali mengikuti kongres PAN, inilah kongres paling melelahkan dan sangat atraktif, tetapi alhamdulillah tetap happy ending.

Melelahkan khususnya bagi voters, betapa tidak sejak awal terjadi pembelahan dukungan yang sangat mengeras, karena itu voters pun mesti melakukan 'towaf dan mabit' yang cukup lama.

Towaf dan mabit yang menjdi istilah baru dalam politik ini (karena mereka tidak mau disebut karantina), ini dilakukan oleh masing-masing kandidat, ada yang mabit di Surabaya, ada yang mabit di Makassar dan ada yang di Bali, sejak 3 sampai 4 Februari, padahal acara kongresnya sendiri berlangsung pada 10sampai 12 di Kota Kendari, nah inilah yang jadi perjalanan panjang, para voters mesti ninggalin keluarga 10 hari.


Proses inilah yang membuat pengkondisian peserta begitu menguat dan mengeras menuju Kendari lokasi kongres.

Dari mabit inilah peta kandidat suda mulai terbaca dengan jelas, siapa yang akan jadi pemenang di kongres.

Tanggal 9 dan 10, voters kongres mulai bergeser ke Kendari dengan keyakinan masing-masing, kandidat Mulfachri Harahap (MH) dan pendukungya datang sehari lebih awal, dan mereka terlebih dahulu menguasai arena kongres tepatya Hotel Claro, Kendari, hampir semua kamar hotel suda diblok dan diisi oleh MH dan pendukungya.

Sehari berikutya, kandidat Zulkifli Hasan (ZH) dan rombongan datang, menuju Hotel Swiss, tidak lama tiba-tiba ada serangan brutal dari segerombolan preman untuk mengusir rombongan pertama dari kubuh ZH tersebut, suasana inilah yang membuat panas rombongan ZH, untuk melakukan perlawanan, tetapi ZH mampu menenangkan pendukungnya untuk bersabar tidak meladeni.

Jam 1 dinihari rombongan ZH dipersilakan untuk melakukan registrasi, karena memang siang/sore tidak memungkinkan registrasi sebab Hotel Claro yang jadi pusat kegiatan dikuasai oleh MH termasuk telah terjadi perampasan tiga unit komputer/laptop yang digunakan untuk registrasi, sehingga registrasi hanya bisa dilaksanakan secara manual.

Jam 1 dinihari, kubuh ZH melakukan registrasi secara bertahap dengan diwakili oleh tiga orang per-DPW (saya, Mas Akib, dan Mas Rudi) mewakili Jatim, di saat registrasi jalan, tiba-tiba dari arah belakang muncul preman-preman yang membabi buta menghajar dan membalikkan meja-meja pendaftaran tersebut, sehingga panitia registrasi kalang kabut semburat, untung saja diantara rombongan ZH yang sedikit tersebut mampu memberikan perlawanan sehingga preman-preman tersebut lari tunggang langgang.

Keatraktifan kongres pun terus berlanjut, di pagi hari ketika sidang pleno pertama dibuka, terjadi pula kericuan berlangsung hampir seharian pagi sampi sore.

Keributan bermula dari sidang baru dibuka oleh SC Saudara Farhan Hamid intrupsi langsung bermunculan, langsung menyoal registrasi kepesertaan, padahal peserta masuk suda pakai barcot masing-masing. Intrupsi pertama diberikan untuk fungsionaris DPW PAN Jatim, menyoal registrasi dengan menyebut lemahya kinerja SC dan menyebut 'anjing-anjing pencuri' ke kubuh ZH. Kata-kata inilah yang memicu dan memancing keributan.

Tetapi sejak awal kubuh ZH ditekankan untuk sabar dan sabar tetap tenang tidak perlu terpancing dengan berbagai provokasi, karena sejak berangkat dari mabit di Makassar suda sangat yakin menang dan menang, karena suda berhasil menghimpun suara dukungan mayoritas yakni 380, dari 590 yang harus didirebutkan oleh empat kandidat.

Peta ini tentu juga suda terbaca oleh kubuh MH, karena itu tentu tidak ada pilihan lain selain buat keributan, karenanya sangat diwanti-wanti untuk kubuh ZH tidak perlu terpancing.

Rupahya keributan tidak bisa dihindarkan lagi bermula, kubuh MH minta verifikasi ulang dengan sistem ngecet barkot masing-masing, ini dituruti oleh SC, tetapi rupaya kubuh MH tetap tidak puas, setelah berunding minta lagi verifikasi ulang dengan model dikumpulkan per DPW, permintaan dituruti lagi oleh SC, verifikasi jalan lagi belum usai, tetapi rupaya kubuh MH tetap tidak puas dan mulai membuat ulah mulai melempar botol dan lain-lain, dari sinilah kubuh ZH suda tidak bisa menahan kesabarnnya, akhirnya melakukan serangan balik, hingga kubu MH kocar-kacir sampai ke luar ruangan.

Nah, dari sinilah forum mulai bisa tetang dan sidang diskors hingga jam 14.00.

Masa-masa tenang ini dimanfaat SC dan peserta yang mayoritas menyisahkan kubu ZH di dalam ruangan untuk melaksanakan shalat di dalam ruangan sidang secara bergantian, ada juga sebagian yang makan siang di dalam.

Pada saat shalat inilah, tiba-tiba dari luar masuk kembali kubuh MH disertai preman-preman menyerbu ke ruangan sidang kembali dengan membabi buta termasuk pada yang sedang shalat. Pendukung ZH sempat terdesak minggir semua, tetapi karena tidak ada pintu untuk keluar dan dengan semangat yang membari melakukan serangan balik terjadi hujan kursi di dalam ruang sidang tersebut, lama-lama kubuh MH terdesak kocar-kacir dan akhirya meninggalkan forum.

Setelah inilah forum jadi lebih kondusif, SC melanjutkan sidang, dengan langsung melakukan pilihan ketua umum, tak lama kemudian kubu MH datang memasuki ruangan sidang untuk bersama-sama melakukan pilihan ketum.

Perhitungan berjalan, setalah SC memberikan kebijakan terkait DPD-DPD yang bermasalah dengan PLT-nya terpaksa dibekukan, tidak punya hak suara sejumlah 21 DPD.

Perhitungan suara dimenangkan oleh ZH dengan mengantongi 331 suara, MH 225 suara, Dradjad H. Wibowo 6 suara, dan tiga suara tidak sah.

Selamat untuk ZH memimpin kembali PAN, sekaligus memecahkan mitos PAN untuk dapat meminpin dua kali.

Dan kongres pun berakhir dengan happy ending, semua kandidat memberi ucapan selamat dan berangkulan.

Kepada Muhammad Amien Rais (MAR), beliau tetap guru kami yang terus harus kita hormati, tetapi mohon maaf untuk kongres kali ini, kami 12 DPD PAN Jatim bukanya tidak patuh, tetapi karena kami tidak pas dengan kandidat yang Penjenengan rekomendasikan, dalam bacaan kami MH tidak lebih baik daripada ZH.

Catatan subyektif ini semoga bisa melengkapi gambaran kongres yang cukup atraktif ini

Ali Mu'thi

Ketua Regu 12 DPD Jatim Pro ZH

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya