Berita

Kerusuhan Kongres PAN/Repro

Politik

Rusuh Kongres PAN, Mulfachri Dan Pendukungnya Seperti Tidak Paham Tradisi PAN

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 | 21:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Zulkifli Hasan sudah terpilih sebagai ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025 dalam gelaran Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).

Zulhas sebagai petahana meraup suara sebanyak 331 dari total pemilik suara 565.

Sementara pesaingnya, Mulfachri Harahap dan Dradjad Wibowo masing-masing 225 suara dan 6 suara. Lalu, ada 3 suara yang tidak sah.


Kongres V PAN yang digelar di Hotel Claro, Kendari, bukan tidak ada dinamika hingga muncul nama pemenang. Sejumlah peserta kongres terlihat saling sorak, dorong hingga ada yang saling melempar kursi di depan panggung pada siang harinya.

Menariknya, dalam video yang beredar di arena Kongres PAN, diantara kerumunan itu tampak calon ketua umum PAN, Mulfachri Harahap mencoba merangsek ke arah panggung bersama kerumunan peserta.

Namun, kericuhan tersebut tidak berlangsung lama dan berhasil diredam oleh pihak aparat keamanan. Sehingga kongres dilanjutkan pleno untuk menentukan pemilihan ketua umum.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Dedy Kurnia Syah menyebutkan, kemenangan Zulhas adalah wajar. Selain berstatu petahana, dia juga diuntungkan dengan aksi anarkis pesaingnya.

"Kelompok paling diuntungkan tentu Zulkifli Hasan," ujar Dedy kepada wartawan.

Lebih disayangkan lagi, kata Dedy, Mulfachri seperti gagal mengayomi pendukungnya dengan memberikan pemahaman bahwa rekam jejak Kongres PAN selalu berlangsung demokratis dan mengedepankan soliditas.

"Ini sangat disayangkan, kubu Mulfacri seolah tidak memahami tradisi PAN yang selama ini cukup solid," jelasnya.

Sebetulnya, calon ketua umum PAN dalam kongres tahun ini berjumlah empat orang. Namun, satu kandidat, yakni Asman Abnur menyatakan mundur dari proses pencalonan jelang proses pemilihan ketum dilaksanakan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya