Berita

Erick Thohir/Net

Politik

100 Hari Kerja, Gebrakan Bersih-bersih Kementerian BUMN Diapresiasi Publik

MINGGU, 09 FEBRUARI 2020 | 23:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hasil kajian Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Kementerian BUMN sebagai salah satu kementerian terbaik dalam 100 hari kerja pemerintahan.

Kajian IPO juga memasukkan nama Menteri BUMN Erick Thohir dalam posisi lima besar menteri dengan tingkat popularitas dan apresiasi masyarakat tertinggi. Erick juga menempati peringkat pertama dari kategori tingkat ketersukaan responden.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, catatan positif Kementerian BUMN di bawah Erick Thohir tak lepas dari gebrakan 'bersih-bersih' pejabat Kementerian BUMN, direksi dan komisaris sejumlah BUMN.


"Saya rasa kalau melihat apa yang sudah dilakukan Kementerian BUMN dalam 100 hari pertama ini, yang jelas terlihat ialah pergantian pejabat atau personel BUMN," ujar Faisal, Ahad (9/2).

Faisal memandang penempatan sejumlah figur yang dinilai memiliki integritas mendapat sambutan positif dari publik. Faisal mengatakan aspek integritas memang menjadi salah satu kunci dalam membenahi BUMN.

Meski begitu, Faisal berharap Kementerian BUMN tak cukup merasa puas dengan catatan positif pada 100 hari pertama.

"Perbaikan itu mempertimbangkan faktor- faktor lain juga, dia harus punya kapasitas teknis mumpuni di bidangnya, lalu aksi bersih-bersih ini, BUMN arahnya mau dibawa ke mana, itu yang belum saya lihat dalam 100 hari pertama," ujarnya.

Faisal berharap, Kementerian BUMN mampu menyampaikan gagasan besar terkait paradigma dalam membenahi BUMN ke depan. Faisal juga menilai pemilihan direksi dan komisaris BUMN yang berintegritas dibarengi dengan kemampuan teknis dan manajerial yang mumpuni.

"BUMN bisa bagus pengelolaannya kalau orang-orang itu punya integritas dan kapasitas di bidangnya, kalau tidak justru akan menghambat," kata dia.

Faisal menyebut BUMN di negara-negara maju seperti China dan Singapura memiliki peranan besar dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi negara.

Ia berharap BUMN-BUMN di Indonesia mampu berkontribusi lebih besar dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

"Sinergi BUMN penting seandainya dijalankan dengan benar maka akan banyak mengatasi persoalan ekonomi di Indonesia," lanjut Faisal.

Faisal berharap Kementerian BUMN mampu meneruskan catatan positif dengan melakukan capaian yang konkret.

Kementerian BUMN, lanjut Faisal, harus memanfaatkan momentum tingginya persepsi publik dalam membenahi BUMN.

Faisal mendorong Kementerian BUMN memberikan kepastian kepada direksi dalam mengambil keputusan mengenai aksi korporasi. Hal ini guna mencegah keraguan atau ketakutan direksi kala mengambil keputusan.

"Ini (catatan positif dari publik) bisa jadi beban yang diemban oleh Kementerian BUMN untuk membuktikan bersih-bersih membawa BUMN lebih baik, kalau tidak, ini akan memukul kepercayaan publik yang sekarang sudah merasa yakin," kata Faisal menambahkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya