Berita

Ilustrasi ISIS/Net

Nusantara

Ketidaksamaan Langkah Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Mantan ISIS, Menjadi Ukuran Efektivitas Program Deradikalisasi

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 | 10:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

BNPT dan Detasemen Khusus (Densus) 88 berhasil mendeteksi dan menggagalkan keberangkatan WNI ke Timur Tengah untuk menjadi simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Upaya deteksi itu melibatkan juga Direktorat Imigrasi dan Kemenko Polhukam.

Mereka akhirnya kembali ke tanah air dan dibina di tempat rehabilitasi dan deradikalisasi di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Saya dengan Bu Khofifah (sebagai mensos) saat itu ke Bambu Apus. Saya libatkan ustaz-ustaz dari Muhammadiyah dari NU, dari psikolog termasuk konsultan anak, kemudian kita kembalikan ke daerah,” terang Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius, dalam konferensi pers, di Kantor BNPT, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).


Suhardi Alius menilai jumlah kombatan ISIS  asal Indonesia yang berjumlah 600 orang itu dinilai masih kecil dibandingkan dengan Belgia dan Australia jika dilihat dari jumlah keseluruhan penduduk negara.

“Belgia itu 200, Australia 200, kita (yang penduduknya lebih banyak) cuma 600, jadi masih dalam kontrol kitalah,” kata Suhardi.

Data 2020 ini, jumlah penduduk Australia tercatat sekitar 25 juta, sedangkan Belgia sebanyak 11 juta lebih. Sementara populasi Indonesia lebih dari 268 juta lebih (untuk data 2019).

Kesulitan mengembalikan para deportan ke daerah adalah ketidaksamaan langkah pemerintah daerah dalam melakukan penanganan kepada para WNI tersebut. Efektivitas program deradikalisasi tergantung bantuan dari beberapa lembaga dan kementerian.

“Kami BNPT tak bisa sendirian, tapi beberapa langkah BNPT itu justeru menjadi acuan bagi dunia,” ujarnya.

Sedangkan ukuran keberhasilan program deradikalisasi, salah satunya dinilai dari ukuran statistik warga yang menjalani program tersebut.

“Sekarang kalau ukurannya statistik, misalnya, dari 700-an ada empat orang yang mengulangi perbuatannya, itu ukurannya berhasil atau tidak?” tanya kepada wartawan.

Dia menyebutkan, sebaran teroris saat ini ada di 107 Lapas di seluruh Indonesia, termasuk di Nusakambangan dan Gunung Sindur. Maka itu, diperlukan langkah bersama antara BNPT, ulama, dan masyarakat dalam menjalankan program deradikalisasi.

Suhardi mengatakan, program deradikalisasi adalah program tanpa paksaan. Tokoh, ulama, atau siapa pun yang bersedia membantu BNPT dalam melakukan program pemulihan dan deradikalisasi terhadap mantan ISIS, silakan saja.

"Karena tadi, ini program sukarela, nggak bisa kita paksakan. Mudah-mudahan mencerahkan, tapi kami butuh koreksi dan bantuan,” katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya