Berita

Jazuli Juwaini (berkacamata hitam)/Net

Politik

Jazuli Juwaini Beri Kuliah Risalah Perjuangan Fraksi PKS DPR RI Di CSEAS Universitas Kyoto

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 13:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menerima penghargaan dari Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) dengan menjadi pembicara tunggal dalam seminar akademik di Universitas Kyoto, Jepang, Rabu (5/2).

Dirinya didaulat untuk membahas perjalanan politik Fraksi PKS di DPR RI dengan topik "The Past, Present, and Future of The Prosperous Justice Party (PKS) in The Indonesia's Parliament (DPR)".

Seminar yang dihadiri profesor, peneliti, Doktor dan mahasiswa S2 dan S3 ini adalah forum kajian politik kawasan Asia Tenggara dari Universitas Kyoto dan mitra bestarinya.


Hadir dalam seminar antara lain Profesor Okamoto Masaki (ahli politik CSEAS Universitas Kyoto), Profesor Marcus Mietzner (ahli politik ANU Australia), Profesor Yasuko Kobayashi (ahli Politik Universitas Nanzan), Dr. Dede Utomo (Universitas Cornell USA), dan lainnya.

"Terus terang saya surprise dengan dengan perspektif dan pemahaman profesor dan para peneliti yang kritis dan tajam tentang politik Indonesia dan PKS. Saya senang dan menikmati semua perspektif, apresisiasi, kritik dan masukan. Ini memperkaya PKS dan kami terbuka dengan semua itu," ungkap Jazuli dalam keterangannya.

Jazuli sendiri menyampaikan panjang lebar konteks politik Indonesia dikaitkan karakter kemajemukan bangsa hingga mempengaruhi perjalanan politik PKS.

Ketua Fraksi PKS menjelaskan identitas, visi misi dan garis perjuangan Fraksi PKS yang terus eksis dan dinamis baik di pemerintahan maupun di parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Alhamdulillah PKS terus berkiprah sejak pertama ikut Pemilu tahun
1999 pasca reformasi dan selalu menempatkan wakilnya di DPR dan DPRD. Dalam rentang itu, posisi dan sikap PKS dinamis. PKS pernah di Pemerintahan dan kini memilih di luar Pemerintahan dengan kesadaran penuh menjaga sistem demokrasi agar tetap sehat dalam kerangka checks and balances. Untuk itu Fraksi PKS membangun sikap politik yang kritis dan konstruktif terhadap kekuasaan," urainya.

Sementara itu peserta seminar antusias bertanya dan mendalami perkembangan politik PKS mulai dari sikap-sikap terhadap sejumlah isu dan kebijakan sebagai oposisi hingga membahas identitas, karakter dan program Fraksi serta diferensiasinya dengan  partai politik politik lain.
 
Pertanyaan soal sistem pilkada, pileg, dan pilpres di Indonesia ke depan juga menjadi topik pertanyaan tersendiri. Juga seputar legislasi RKUHP, UU KPK, hingga soal reforma agraria, perlindungan hak asasi, dan isu pemulangan WNI yang pernah bergabung dengan ISIS.

"PKS sebagai partai politik terus membuka diri dan berkolaborasi dengan elemen politik lain baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena kunci membangun bangsa yang besar dan majemuk seperti Indonesia adalah komunikasi politik, karena kami sadar Indonesia tidak bisa dibangun sendirian," tegas Jazuli.

Oleh karena itu, lanjut Jazuli, PKS dan fraksinya di DPR serius membangun komunikasi dan jejering dengan komunitas internasional. Fraksi PKS menggagas kunjungan resmi Fraksi PKS ke Fraksi-Fraksi negara berpengaruh di berbagai kawasan. Fraksi PKS juga menginisiasi program Ambassador Talks menghadirkan duta besar negara sahabat.

"Termasuk memenuhi undangan kampus, lembaga riset, dan lembaga think tank seperti ke CSEAS Universitas Kyoto ini bagian dari upaya Fraksi PKS membangun jejaring dan komunikasi dengan komunitas akademis Internasional," pungkas Jazuli.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya