Berita

Adhie Massardi/RMOL

Politik

Adhie Massardi: Awasi Perilaku Abuse Of Power Mulai Jabatan Walikota

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 18:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perilaku abuse of power alias menyalahgunakan wewenang seorang kepala pemerintahan harus diawasi sejak jabatan paling rendah. Setidaknya di level bupati atau walikota.

Pesan tersebut disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi kepada redaksi di Kantor Berita Politik RMOL, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Kamis (6/2).

Bukan tanpa alasan, Adhie menyebut Indonesia sudah punya rekam jejak bahwa berawal dari walikota, seorang Joko Widodo kini menjadi presiden.


"Jadi kalau mengawasi pejabat publik itu harus mulai dari walikota, kalau walikotanya benar dia bisa jadi gubernur, jadi gubernur benar bisa jadi presiden, insyaAllah presidennya benar," katanya.

Meski begitu, Adhie membantah saat ditanya apakah pesan tersebut dia khususkan untuk menyindir kasus Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Seperti diberitakan, akun media sosial atas nama “Zikria Dzatil” diduga menghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Dalam bukti tangkapan layar atau screenshoot, akun tersebut diduga telah dua kali mengunggah foto Risma dengan kalimat dugaan menghina.

Risma kemudian diam-diam membuat laporan ke polisi. Tak butuh waktu lama pemilik akun Zikria Dzatil akhirnya tertangkap di rumahnya kawasan Bogor, Jawa Barat.

Bagi Adhie, pesan tersebut berlaku bagi siapapun. Hanya kebetulan saja belakangan Tri Rismaharini menjadi topik pembahasan soal salah menggunakan kewenangannya.

"Jadi semua sejak walikota kalau ada abuse of power harus kita ingatkan, kebetulan walikota yang sekarang melakukan itu adalah Risma," pungkasnya.

Dalam hal ini, aktivis senior Peduli Negara telah melaporkan Risma ke Ombudsman RI karena diduga melakukan tindak kesewenang-wenangan. Atas laporan itu, Ombudsman sedang mengkaji dan tidak menutup kemungkinan bakal memanggil Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya