Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, lolos dari upaya pemakzulan/Net

Publika

Memahami Geopolitik Amerika Setelah Gagalnya Pemakzulan Trump

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 10:30 WIB

1. SETELAH hampir empat bulan sejak Nancy Pelosi dan Adam Schiff deklarasi memulai proses impeachment di kongres, kini impeachment gagal.

2. Dua minggu proses persidangan impeachment di Senat telah berakhir dengan kemenangan telak Donald Trump dan Republik.

3. Senat membebaskan tuduhan bahwa Trump melakukan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dengan suara 52 (tidak bersalah) vs 48 (bersalah) dan penghalang keadilan (obstruction of justice) dengan suara 53 (tidak bersalah) vs 47 (bersalah).


4. Hasil tersebut tidak mengejutkan. Karena Republik yang menguasai Senat dan sejak awal Republik menolak semua tuduhan Demokrat kepada Presiden Trump sejak awal di Kongres.

5. Senator Republik Ted Cruz dengan bangga menyatakan 'saya atas nama 28 juta warga Texas dan seluruh Amerika, berani memilih membela konstitusi, dan menolak tuduhan demokrat'. Yang mengejutkan adalah posisi Senator Mitt Romney.  Mitt Romney merupakan Senator Republik satu-satunya yang membelot membela Demokrat dan melawan Trump.

6. Ketua Kongres AS, Nancy Peloci mengajukan impeachment dengan mulus di Kongres karena demokrat merupakan mayoritas di kongres.

7. Namun dalam aturan konsitusi Amerika, untuk meng-impeach seorang presiden diperlukan suara 2/3 dari Senat Amerika.

8. Dari tiga usaha impeachment, tidak ada satu pun Presiden AS yang berhasil dicopot jabatannya.

9. Andrew Johnson, Bill Clinton dan Donald Trump, di-impeach oleh Kongres dan diselamatkan oleh Senat.

10. Kecuali Nixon yang kemudian mengundurkan diri sebelum pengadilan impeachment di Senat di mulai.

11. Proses pemakzulan Trump tersebut menyebabkan opini publik Amerika terbelah dua. Para pendukung konservatisme, kaum supremasi white bersama tradisionalis berada satu kubu dengan Republik

12. Para pendukung liberalisme, kaum muda progresif bersama minoritas kulit hitam dan latin berada satu tempat besama Demokrat.

13. Situasi tersebut mirip di Indonesia saat Pilpres 2019 kemarin pertarungan antara cebong dan kampret. Meski akhirnya Pilpres 2019 diakhiri dengan happy ending, di mana Prabowo menjadi Menhan dari Presiden Jokowi.

14. Tidak seperti di Indonesia, di Amerika pembelahan tersebut kelihatannya tidak berakhir setelah sidang senat AS kemarin, 5/2. Nancy Pelosi terlihat merobek teks pidato Trump sesaat setelah pidato kenegaraan Trump dalam State of Union tahunan kemarin sebagai respons dari penolakan jabat tangannya Nancy Pelosi oleh Trump.

15. Meskipun Trump menang di senat, Demokrat tetap mengajak pendukungnya untuk menumbangkan Trump di pemilihan presiden yang akan datang.

16. Kaukus demokrat di Iowa berisi kritikan pedas dari seluruh kandidat presiden.

17. Konvensi Kaukus Demokrat di IOWA tersebut menunjukan tren menarik, Mantan Wakil Presiden Barack Obama yaitu Joe Biden ternyata tidak mendapatkan tempat yang baik di hati pendukung demokrat, sebaliknya Sanders (74) dan Pete Buttigieg (34) mendapatkan tempat dikalangan demokrat terutama kaum muda dan progresif.

18. Kaukus Iowa diejek oleh Republik karena kaukus lamban memberikan  hasil pemenangnya.

19. Proses demokrasi Amerika tersebut perlu diambil pelajaran yang baiknya dan sesuatu yang buruknya perlu ditinggalkan.

20. Pelajaran yang baik adalah seberapapun runcingnya perbedaan, di AS tidak tercatat korban jiwa seperti halnya yang terjadi saat sidang Bawaslu di mana kekerasan aparat dan massa tidak dapat dihindari. Tingkat kematangan demokrasi akan melahirkan prinsip bahwa setiap perbedaan termasuk perbedaan pandangan politik tidak perlu berakhir dengan kekerasan dan penangkapan.

21. Pelajaran demokrasi AS yang buruk yang tidak perlu ditiru Indonesia adalah penggunaan isu rasis dan hoax sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan politik. Politik menghalalkan segala cara pada akhirnya akan merenggangkan modal sosial masyarakat dan akhirnya dapat meruntuhkan soliditas bangsa. Semoga kita dapat menjaga soliditas bangsa kita.
Sekian.

Achmad Nur Hidayat

Pengamat Kebijakan Publik, Ketua Bem UI 2003/2004

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya