Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dapat Email Soal Corona? Hati-hati Bisa Jadi Virus Komputer!

JUMAT, 31 JANUARI 2020 | 22:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Virus corona yang saat ini tengah mewabah di China dan 18 negara lainnya di dunia dimanfaatkan secara tidak baik oleh penjahat dunia maya.

Mereka memanfaatkan situasi gawat tersebut untuk melakukan aksi jahat dengan cara mengirimkan email peringatan soal virus corona Wuhan kepada banyak pengguna. Padahal, email tersebut berisi virus komputer.

Peringatan itu dikeluarkan oleh Tim Bantuan Darurat Komputer Singapura (SingCERT) pada Jumat (31/1). Dalam peringatannya di situs webnya, SingCERT mengatakan bahwa para penjahat tersebut akan mengirim email dan pesan yang memikat pengguna untuk membuka lampiran jahat dengan menawarkan informasi yang berkaitan dengan wabah virus mematikan.


SingCERT mengatakan file berbahaya dapat ditutup dengan kedok tautan, file PDF, MP4 atau Docx dengan tautan atau nama file yang terkait dengan situasi coronavirus, seperti cara melindungi diri dari virus, memperbarui ancaman atau prosedur deteksi virus.

Padahal, file-file tersebut dapat menjadi tuan rumah berbagai ancaman komputer, mulai dari trojan hingga worm, yang mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu operasi komputer atau jaringan komputer ketika pengguna mengklik tautan atau membuka lampiran tersebut.

"Secara khusus, ada laporan kampanye Emotet malspam aktif di Jepang di mana penjahat cyber mengirim email yang disamarkan sebagai pemberitahuan resmi dari penyedia layanan kesejahteraan penyandang cacat dan pusat kesehatan masyarakat," begitu peringatan yang dikeluarkan oleh SingCERT.

"Email-email ini diklaim memberikan rincian tentang langkah-langkah pencegahan terhadap virus, untuk menarik calon korban untuk membuka lampiran jahat dalam email," sambungnya.

"Karena kekhawatiran yang meningkat tentang situasi ini, kemungkinan akan ada lebih banyak aktor ancaman yang akan naik pada situasi untuk melakukan kegiatan cyber jahat mereka," tambahnya.

Selain otoritas Singapura, perusahaan cybersecurity global Kaspersky juga mengeluarkan peringatan serupa. Mereka memperingatkan tentang ancaman aktivitas dunia maya yang ditimbulkan oleh ketakutan terhadap virus corona.

"Virus corona, yang sedang banyak dibahas sebagai berita utama, telah digunakan sebagai umpan oleh penjahat cyber," kata analis malware Kaspersky Anton Ivanov, seperti dikabarkan Channel News Asia.

"Sejauh ini kami hanya melihat 10 file unik, tetapi karena kegiatan seperti ini sering terjadi dengan topik media populer maka kami berharap kecenderungan ini akan tumbuh. Karena orang terus khawatir dengan kesehatan mereka, kita mungkin melihat semakin banyak malware yang disembunyikan. di dalam dokumen palsu tentang coronavirus yang disebarkan," sambungnya.

Pengguna diingatkan untuk tidak mengklik tautan atau membuka lampiran yang ditemukan di email atau pesan yang mencurigakan, dan harus merujuk ke sumber resmi seperti situs web Departemen Kesehatan untuk informasi terbaru tentang situasi tersebut.

Kaspersky juga merekomendasikan untuk mempelajari ekstensi file unduhan, seperti dokumen dan file video tidak boleh dalam format .exe atau .lnk.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya