Berita

Mahfud MD, Jokowi, dan Yasonna/Net

Publika

Mahfud Dan Yassona

SELASA, 28 JANUARI 2020 | 09:58 WIB

ORANG pinter tolak bener eh tolak angin. Pengaruh angin sangat kuat pada pandangan dan sikap. Meskipun seseorang dikategorikan pinter tapi bisa juga keblinger. Uang dan kekuasaan memiliki kekuatan signifikan yang dapat mengubah pendirian.

Tidak jaminan gelar panjang, pangkat tinggi, atau status keagamaan yang baik. Bukan kehormatan dalam pergaulan sosial yang menjadi ukuran tetapi juga konsistensi.

Pak Mahfud dan Pak Yassona adalah dua menteri yang kini tampil lebih populer. Popularitas yang justru kurang bagus.


Keduanya adalah guru besar hukum yang mumpuni. Yang satu menteri hukum, yang lainnya menteri yang mengkoordinasi bidang hukum. Reputasi akademik itu kini meluncur turun, terbawa angin kekuasaan. Mahfud banyak pernyataan yang tak cerdas sementara Yassona menginjak-injak hukum.

Pak Mahfud mendapat sorotan dari pernyataannya  yang terakhir soal haram tiru sistem pemerintahan Nabi Muhammad.

Pernyataan menyakitkan itu dikaitkan dengan tidak mungkin samanya kita dengan Nabi, serta mencari landasan pembenar dari pemerintahan model Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia. Atau sebagaimana pandangan yang selama ini diungkapkan yaitu kebencian dan membantai sistem khilafah.

Sistem pemerintahan sahabat Abubakar atau Umar mendekati sistem Nabi. Kekhalifahan tidak bertentangan dengan sistem yang Nabi bangun.

Bahwa sistem republik atau kerajaan tidak terlarang bukan berarti sistem pemerintahan Nabi tidak boleh ditiru apalagi jatuh hukum haram. Itu logika yang tidak beres.

Yassona melecehkan kementerian yang dipimpinnya sendiri. Menjadi tim hukum membela "teman" separtai tersangka kasus suap. Sangat tidak etis dan menjadi tontonan memuakan dari seorang menteri hukum.

Bukti bahwa partai adalah segala-galanya. Ia lupa pada prinsip "kesetiaan pada partai berakhir ketika kesetiaan pada negara bermula".

Yassona berbohong juga dengan menyatakan bahwa "klien" nya sedang berada di luar negeri, padahal istri dan pejabat imigrasi menyatakan Masiku sang tersangka sudah berada di dalam negeri. Kualifikasi menghalangi penyidikan terkena kepadanya.

Yassona yang putranya diperiksa KPK juga pernah mundur sebagai menteri, namun bersedia menjabat lagi pada kementerian yang sama. Mundur maju seperti undur-undur.

Mahfud dan Yassona kini pejabat tinggi negara.
Bertugas menjaga ketertiban dan kedamaian bangsa.
Karena angin kekuasaan terlalu kuat mendera dan menyandera.

Maka keduanya berantakan dalam pandangan dan kinerja.

Semakin hilang wibawa.

M Rizal Fadillah

Pemerhati Politik

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya