Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Nusantara

Rayakan Malam Tahun Baru Imlek, Gubernur Anies Sampaikan Makna Tahun Tikus Logam

SABTU, 25 JANUARI 2020 | 11:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perayaan malam tahun baru Imlek ke 2571 tahun 2020 ini menjadi momen kesatuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama masyarakat Tionghoa. Sebab dalam kesempatan ini, Anies menyampaikan makna dari Tahun Tikus Logam.

"Tahun Baru Imlek 2571. Ini adalah tahun tikus logam dan membawa makna bahwa ini tahun di mana ada kemakmuran, kerja keras yang memberikan manfaat kesejahteraan," ucap Anies saat menikmati mimen pergantian tahun Imlek, di Wihara Dharma Bhakti, Jakarta, Sabtu dinihari (25/1).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini turut menyinggung suasana malam tahun baru Imlek yang diguyur hujan rintik-rintik. Katanya, suasana itu menjadi momen pembersihan masa lalu, kekurangan, dan membawa kebaikan untuk satu tahun ke depan.


Selain itu, Anies mengapresiasi kontribusi Wihara di Jakarta yang berperan sebagai penjaga ikatan silaturahmi dalam memfasilitasi seluruh masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Disamping itu, dia juga menekankan bahwa komitmen Pemprov DKI adalah memberikan ruang yang sama bagi warga dalam mengekspresikan seni-kebudayaan secara terbuka.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta bersyukur pada tahun ini kita mulai kegiatan Jakarta Imlekan, di mana tempat-tempat umum di Jakarta, fasilitas-fasilitas publik digunakan bagi masyarakat untuk menyambut pergantian tahun ini.

Lebih lanjut, Anies berharap kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Tujuannya agar Jakarta menjadi kota yang aman, damai, teduh, dan membawa kebahagiaan.

"Jadi, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada semua yang merayakan. Dan di malam hari ini, persis saat pergantian tahun, begitu banyak yang menjalankan peribadatan di dalam pergantian tahun ini," pungkas Gubernur Anies.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya