Berita

Petinggi Sunda Empire Yang Ternyata Bernama Asli Edi Raharjo/Net

Nusantara

Sejak Muncul Di Televisi, Kisah Kelam Dan Modus Jahat Petinggi Sunda Empire Ini Akhirnya Terkuak

JUMAT, 24 JANUARI 2020 | 18:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemunculan sosok petinggi Sunda Empire di televisi beberapa waktu lalu akhirnya membuka tabir siapa sesungguhnya Rangga Sasana atau Raden Rangga itu.

Rangga diundang ke stasun televisi untuk mengisahkan lebih dalam lagi kisah Sunda Empire. Ia pun secara terperinci menjelaskan asal mula dan gagasan Sunda Empire. Sebagian kisah yang diuraikanya menimbulkan beragam komentar.

Kemunculan Rangga itu akhirnya menyibak masa lalu sekaligus kasus yang diciptakan pria yang berasal dari Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini.


Rangga Sasana atau Raden Rangga bernama asli  Edi Raharjo. Masyarakat Desa Grinting tidak ada yang tahu persis apa pekerjaannya karena sejak lama ia tinggal di luar kota dan jarang pulang ke kampung halaman.

"Yang saya tahu dia lulusan Sekolah Pertanian Menengah (SPM) di Baros lulus tahun 1980-an. Kemudian keluar dari Brebes lama, kemudian pulang menyandang gelar profesor dari pengakuannya," kata Wamadiharjo, seorang anggota DPRD Kabupaten Brebes yang juga warga Grinting.

Wamadiharjo mengaku kenal dengan Ki Ageng Rangga Sasana, satu kampung halaman.

Munculnya Rangga di televisi akhirnya juga menguak tabir kasus yang pernah membelitnya. Para korban aksi penipuannya selama enam tahun sejak 2012 silam di Brebes dan Cirebon mulai bersuara.

seorang sumber mengungkapkan bahwa sebelum muncul menjadi pemimpin Sunda Empire, Rangga sempat berkeliling untuk menipu warga. Hebatnya dia selalu lolos hingga lepas dari jeratan hukum. Padaal sudah banyak yang melapor.

Salah satu modus yang digunakan Rangga adalah kerjasama jual-beli tanah dengan mengaku sebagai keturunan sultan.

"Banyak (warga) di Brebes yang sudah tahu jeleknya. Penipuan berkedok jual beli tanah, dan mengaku keturunan sultan dan lain-lain. Untuk wilayah Brebes, banyak korbannya dan tiap lapor, hampir semua hilang begitu saja kasusnya," ujar sumber, seperti yang ditulis laman PR.

Rangga bukanlah orang yang benar-benar terpandang, apalagi keturunan Sultan.

Modus penipuan yang dilancarkannya memang jual beli tanah, tetapi kerugian korban sendiri bermacam-macam. Mulai dari uang hingga kendaraan pribadi berupa motor ataupun mobil.

Namun, kebanyakan korban malas untuk melapor karena selalu saja Rangga bisa lolos. Para korban juga malu bila ketahuan telah tertipu oleh Rangga yang belakangan diketahui punya gangguan kejiwaan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya