Berita

Arteria Dahlan/RMOL

Politik

Telat 15 Hari Umumkan Harun Masiku, PDIP: Tidak Ada Yang Memojokkan Imigrasi

RABU, 22 JANUARI 2020 | 21:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekalipun terlambat, penjelasan Dirjen Imigrasi soal keberadaan Harun Masiku di Indonesia sejak 7 Januari bukan dilakukan karena terpaksa.

Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan meyakini Dirjen Imigrasi tidak pernah melakukan sesuatu dengan terpaksa. Apalagi, penjelasan itu diberikan karena kondisi terpojokkan.

"Enggak ada apakah itu memojokkan Kemenkumham ya kan. Enggak lah," kata Arteria kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1).


Anggota Komisi III DPR RI ini, justru pihak Kemenkumham dinilai sigap lantaran langsung mengkoreksi dari yang awalnya menyatakan per 6 Januari 2020 Harun Masiku pergi ke Singapura.

"Dilihat aja Kemenkumham seketika dapat informasi yang akurat langsung melakukan koreksi terkait dengan peenyataan yang sudah dihadirkan tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, Arteria menyebut kesalahan informasi bisa terjadi dan menimpa siapapun. Karena, sambungnya, hal itu merupakan sikap manusiawi dan wajar.

"Siapapun bisa salah. Jangankan Imigrasi. Tapi bukan berarti kesalahannya itu ada unsur kesengajaan atau maksud tertentu," pungkasnya.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Ronny Sompie meluruskan bahwa Harun sudah berada di Indonesia pada tanggal 7 Januari 2020.

Adapun, terkait lamanya tenggat waktu upaya mengkoreksi pernyataan Imigrasi terhitung 15 hari pasca Harun Masiku telah berada di tanah air, Arteria menilai waktu tersebut tidak terlalu lama.

"Enggak lama, enggak lama," demikian Arteria.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya