Berita

Raja Maroko, Raja Mohammed VI/Net

Dunia

Raja Mohammed VI Bahas Libya Dengan Presiden Macron Pada Malam KTT Berlin

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 21:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Maroko, Mohammed VI berdiskusi soal krisis Libya dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron pada malam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Berlin mengenai Libya akhir pekan kemarin. Diskusi itu berlangsung melalui sambungan telepon.

"Yang Mulia Raja Mohammed VI, menerima panggilan telepon hari ini dari presiden Republik Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron," begitu keterangan resmi yang dirilis oleh pemerintah Maroko, seperti keterangan yang diterima redaksi.

Pembicaraan itu difokuskan terutama pada krisis Libya. Dalam kesempatan tersebut, Raja Mohammed VI menekankan peran penting Maroko dan upaya yang diakui selama bertahun-tahun untuk menyelesaikan krisis di negara tersebut,


Diketahui bahwa KTT Berlin dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, juga termasuk tuan rumah Kanselir Jerman Angela Merkel.

Mereka berkomitmen mengakhiri campur tangan asing dalam perang Libya, baik melalui pasokan senjata, pasukan, ataupun pembiayaan. Kesepakatan ini akan diajukan sebagai resolusi Dewan Keamanan PBB.

Meski begitu, KTT tersebut gagal menghasilkan dialog serius antara pihak-pihak yang bertikai, yakni Khalifa Haftar dan kepala pemerintah yang diakui PBB, Fayez al-Sarraj. KTT itu juga tak mampu membuat kedua belah pihak menandatangani gencatan senjata permanen.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya