Berita

Rapat kerja Komisi III dan Jaksa Agung/RMOL

Hukum

Skandal Jiwasraya, Jaksa Agung Akui Diam-diam Sudah Periksa Orang OJK

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 14:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jaksa Agung ST Burhanudin mengakui pihaknya telah memanggil perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berkoordinasi soal hal-hal yang bersifat penyidikan perkara kasus gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya.

Hal itu diungkapkan Burhanudin saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

Awalnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J. Mahesa menanyakan pihak OJK yang perannya lemah pada kasus Jiwasraya. Baginya, OJK mesti juga diperiksa oleh Kejagung RI yang tengah menangani kasus tersebut.


"Pak Jaksa Agung sebenernya detil tentang semua saya sepakat dengan Pak Supriansa (anggota Komisi III Fraksi Golkar), kalau OJK berjalan dengan benar, hal ini tidak terjadi. Karena BPK sudah ada lampu merah. OJK perannya lemah. Nah yang jadi soal, kapan Jaksa Agung memanggil OJK? Jangan sampai Komisi III memanggil duluan," kata Desmond.

Menurut Desmond, baiknya Jaksa Agung memanggil pihak OJK untuk berdilog dan menelusuri seluk-beluk pengawasan keuangan negara yang bocor hingga Rp13,7 triliun itu.

"Apa yang terjadi sebenarnya, jangan ada abu-abu dari semuanya ini. Itu aja. Kapan memanggil? Kita akan pantau ini dengan baik," tegas Desmond.

Jaksa Agung kemudian mengakui bahwa pihaknya telah memeriksa pihak OJK dalam skandal Jiwasraya dalam rangka pendalaman dan penyidikan kasus Jiwasraya.

"Gini pak, kami melaporkan. OJK sudah kami panggil dan kami juga memang sedang mengarah kesitu sedang pendalaman kesitu. OJK juga memberikan input-input kepada kami bagaimana proses yang sebenarnya," kata Burhanudin.

Kendati begitu, dia memohon maaf kepada pimpinan Komisi III tidak bisa menyampaikan hasil pemeriksaannya diruang publik. Sebab, kata Burhan, hal itu masuk dalam materi penyidikan perkara.

"Itu juga sudah kami lakukan. Mohon ijin kami tidak full-full (memaparkan utuh) kan. Demikian, terimakasih," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya