Berita

Aksi buruh/RMOL

Politik

Buruh Ancam Demo Lebih Besar Jika RUU Cilaka Buru-buru Diloloskan

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 13:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penolakan kaum buruh atas Rancangan UU (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja tidak main-main.

Setelah berunjuk rasa di Parkir Timur Senayan dan melakukan longmarch ke Gedung DPR, ribuan buruh yang tergabung Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan melakukan aksi massa yang lebih besar lagi.

Ancaman itu akan bener terwujud jika pemerintah tetap memaksakan kehendak dengan terburu-buru mengupayakan RUU yang mereka sebut “cilaka” itu .


Ancaman disampaikan langsung Presiden KSPI, Said Iqbal kepada wartawan seusai melakukan audiensi dengan Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1). 

"Kalau pemerintah terburu-buru pasti akan ada gerakan aksi yang lebih besar," tegasnya.

Iqbal mengungkapkan, hampir semua basis gerakan dan serikat buruh di Indonesia tidak ada yang sepakat dengan RUU Omnibus Law Cilaka yang digaungkan oleh pemerintah untuk 100 hari kerjanya.

"Semua serikat buruh menolak Omnibuslaw. Tidak ada satupun menerima. Boleh diperiksa," bebernya.

Karena itu, Iqbal berharap besar kepada pemerintah tidak terburu-buru dalam meloloskan RUU yang dinilai buruh sangat diskriminatif dan merugikan.

“Kita setuju investasi, investasi kan mengarah kepada pertumbuhan ekonomi. Tapi investasi yang diminta presiden yang dituangkan dalam omnibus law itu justru mendowngrade, tidak ada perlindungan terhadap buruh," pungkasnya. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya