Berita

Dadan Supardjo/Net

Bisnis

Skandal Jiwasraya, Ombudsman: Banyak Laporan Tahunan Yang Hilang, Itu Krusialnya!

SABTU, 18 JANUARI 2020 | 10:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ombudsman RI mengidentifikasi kasus gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya disinyalir akibat tidak adanya proteksi bagi konsumen. Hal itu terbukti salah satunya dengan laporan tahunan perusahaan plat merah itu ditemukan banyak kejanggalan.

Begitu disampaikan Anggota Ombudsman RI Bidang Ekonomi, Dadan Supardjo Suharmawijaya dalam serial diskusi Populi Center bertajuk "Mencoba Mengerti Kerumitan Masalah Jiwasraya", di The MAJ Senayan, Pizza Kayu Api, Jl. Asia Afrika Pintu IX, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/1).

"Laporan tahunan pun ini ada kejanggalan. Ada kewajiban terkait dengan publikasi lapora keuangan, ini penting bukan hanya para investor tapi juga (bagi) konsumen," kata Dadan.


Dadan mengurai, terkait laporan tahunan ini kerap kali tidak dipublikasikan dengan baik oleh pihak asuransi. Bahkan, sekalipun ada laporan tersebut sukar dipahami oleh publik dan bisa mengarah pada cara-cara manipupatif.

"Di laporan tahun sebelumnya informasi-informasi tertentu yang sensitif itu tampil. Tapi belakangan menjadi hilang," ujar Dadan.

"Nah bagi kami sebagai lembaga pengawas (Ombudsman) bisa jadi titik krusialnya disitu. Ada apa? Yang disembunyikan itu coba kita periksa," imbuhnya menegaskan.

Atas dasar itu, Dadan menilai akibat laporan tahunan yang terkesan berantakan tersebut gampang 'masuk angin' dengan uang nasabah yang diputar untuk membeli saham-saham gorengan oleh para oknum di Jiwasraya tersebut.

"Oh ternyata dari tahun ke tahun itu bahwa misalnya saham yang dibeli itu saham gorengan dan lain-lain. Masuk lagi nambah lagi, nambah lagi. Sehingga uang yang mestinya menjadi penjaminan bagi nasabah menjadi sangat tipis," tandasnya.

Selain Dadan, turut hadir sejumlah narasumber lain yakni; ekonom senior Ryan Kiryanto, praktisi forensik Keuangan Stevanus Alexander Sianturi, dan Pengamat BUMN Data Indonesia Herry Gunawan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya