Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Mimpi Ing-wen

SENIN, 13 JANUARI 2020 | 04:54 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SAYA tidak perlu menulis lagi siapa pemenang pilpres di Taiwan Sabtu lalu, kalah duluan dari pembaca DI's Way.

Artinya: Beijing kalah lagi. Maknanya: Amerika selalu menang: di Taiwan, di Korut, di Iran, di Hongkong, dan di Xinjiang.

Pukulan tidak henti-hentinya diarahkan ke Xi Jinping. Untuk front Timur kini Tiongkok menghadapi dua persoalan: Hongkong dan Taiwan.


Di Hongkong partai yang pro-Beijing kalah telak. Di pemilu distrik bulan lalu. Di Taiwan capres Han Guo-yu menyusul kalah telak dari Tsai Ing-wen. Sabtu kemarin.

Jumat malam saya masih hadir di kampanye terbesar Han Guo-yu di Taipei. Sabtu malam saya hadir juga di kampanye terbesar Tsai Ing-wen. Di lokasi yang sama di Taipei.

Kampanye itu sama besarnya. Lokasi itu sama penuhnya. Bedanya: kampanye Han Guo-yu dipenuhi orang-orang tua. Dengan bendera Taiwan di tangan mereka.

Kampanye Tsai Ing-wen didominasi anak muda. Tidak satu pun membawa bendera Taiwan. Sebagian dari mereka memang memegang bendera tapi warna hijau, warna Tsai Ing-wen.

Di tengah masa Ing-wen itu saya melihat sekelompok anak muda yang mencolok. Mereka mengibarkan bendera dengan tongkat yang tinggi: itulah bendera gerakan anti-Tiongkok di Hongkong. Warnanya hitam.

Mereka juga menggelar spanduk gerakan di Hongkong itu.

Terlihat sekali apa yang terjadi di Hongkong menular di Taiwan. Lengkap dengan atributnya, yang kelihatannya asli dibawa dari Hongkong.

Saya juga melihat pemandangan lain. Di jalan yang ditutup untuk lalu-lintas dekat lokasi kampanye Ing-wen itu.

Di situ terparkir enam bus kecil. Bus itu didesain khusus. Agar di atapnya bisa untuk berdiri banyak orang.

Saat saya berjalan mengarah ke bus itu terlihat 8 orang berteriak-teriak di atasnya. Salah satunya mengacungkan poster "No China".

Saya pun merogoh saku. Mengambil ponsel.

Begitu akan memotretnya ia menurunkan poster itu. Saya tidak mau menyuruhnya mengangkat kembali posternya, itu tidak boleh dilakukan seorang wartawan.

Tapi bus-bus itu bukan bus slintutan. Sikap anti-Tiongkok di bus itu ditulis terang-terangan, di badan bus. Kalimat-kalimat di badan bus itu ditulis secara permanen.

Itulah bus milik gerakan kemerdekaan Taiwan.

Gerakan itu umurnya sudah sangat tua. Berdiri sejak akhir 1800-an. Yakni ketika Taiwan masih dijajah Jepang.

Gerakan ini menginginkan Taiwan merdeka dari Jepang.

Ketika Jenderal Chiang Kai-shek mendirikan pemerintahan Tiongkok di Taiwan gerakan ini tetap ingin Taiwan merdeka,  kali itu merdeka dari Tiongkok.

Ketika Chiang Kai-shek menguasai Taiwan pemimpin gerakan itu lari ke Jepang. Mendirikan restoran di Yokohama. Sukses besar. Semua hasilnya ia kirim untuk biaya gerakan kemerdekaan Taiwan.

Ia memutuskan tidak kawin. Sebelum Taiwan merdeka.

Kini ia tidak mungkin kawin lagi, padahal ia sudah sangat sabar untuk tetap hidup. Sampai akhirnya meninggal di umur lebih 100 tahun.

Setelah Tsai Ing-wen menang lagi Sabtu kemarin, beranikah dia menyatakan Taiwan merdeka?

Tidak akan berani.

Tidak akan ada perubahan yang nyata untuk status Taiwan.

Mengapa?

Begitu ada pernyataan resmi Taiwan merdeka detik itu juga akan terjadi perang. Tiongkok akan langsung menyerangnya. Dari laut dan udara. Juga dari daratan Fujian, yang menghadap ke Taiwan.

Senjata modern dari darat ke ke darat sudah berjajar di dekat pantai Fujian. Di antara kita Xiamen dan Fuzhou. Juga di antara Fuzhou dan Ningbo.

Moncong senjata itu sudah dihadapkan ke Taiwan. Pun sudah diatur. Mana yang menghadap ke Taipei. Mana pula yang menghadap ke Taichung. Atau ke Tainan dan ke Kaoshiung.

Pasukan Tiongkok selalu dalam keadaan siaga penuh, untuk action di detik yang sama dengan pernyataan merdeka itu.

Bukankah Amerika mendukung penuh Taiwan?

Tidak.

Resminya Amerika hanya mengakui Tiongkok. Taiwan, kata ahli geopolitik adalah selingkuhannya yang seksi.

Tapi dengan pasang naiknya gerakan anti-Tiongkok di Hongkong perasaan yang sama naik pula di Taiwan.

Di Timur Tiongkok disibukkan oleh Taiwan dan Hongkong. Di Barat disibukkan dengan Xinjiang.

Kini 'seksi sibuk' itu mungkin lagi cari cara untuk menambah kesibukan Tiongkok. Yakni dengan menggerakkan kembali anti-Tiongkok di Tibet.

Xi Jinping sampai "tidak punya waktu" berangkat ke Washington. Untuk tandatangan perjanjian dagang tahap satu dengan Amerika minggu depan.

Kesibukan-kesibukan Tiongkok yang baru itu tentu tidak pernah dimimpikan Xi Jinping sebelumnya.

Ketika baru dilantik sebagai Presiden Tiongkok tujuh tahun lalu Xi Jinping memang punya motto besar: Zhong Meng, mimpi Tiongkok.

Tentu mimpi yang dimaksud  adalah mimpi kejayaan Tiongkok.

Bukan mimpi ketemu Donald Trump yang menjadi kenyataan sekarang ini.

Atau mimpi ketemu Ing-wen sampai dua kali.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya