Berita

Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi/istimewa

Politik

Mirip Ucapan Jokowi, Gubernur Sumut Tegaskan Kembali Soal Sawit

MINGGU, 12 JANUARI 2020 | 05:03 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tiga hari lalu, Presiden Joko Widodo memastikan, penolakan Uni Eropa terhadap sawit Indonesia akan dihadapi dengan tenang. Sebab, Indonesia bisa berdikari dalam pemanfaatan sawit.

“Uni Eropa mau banned (larang) sawit kita, ya kita tenang-tenang saja. Kita pakai sendiri saja, ngapain sih harus ekspor ke sana,” tegas Jokowi saat saat membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1).

Jokowi menekankan, CPO dan produk turunannya bisa dimanfaatkan di dalam negeri. Terutama saat ini ada program mandatori biodiesel sebagai bahan campuran BBM jenis solar. Indonesia sudah menerapkan program B30 per akhir Desember 2019.


Setelah Jokowi, soal sawit untuk kesejahteraan masyarakat juga menjadi topik yang disampaikan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi. Hal ini diucapkan Edy saat menghadiri jamuan makan malam Gubernur Riau, Syamsuar, di Gedung Daerah Balai Serindit, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, Jumat malam (10/1).

Dikabarkan Kantor Berita RMOLSumut, kegiatan ini serangkaian dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Penghasil Sawit yang digelar, Sabtu (11/1).

Edy menyampaikan, seluruh hasil bumi dan potensi wilayah, seperti kelapa sawit sejatinya dapat dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat. Karena itu Rakor yang digelar diharapkan mampu menghasilkan rencana aksi, yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini belum tuntas.

“Apa yang mau kita buat setelah kita berkumpul ini? Saya ingin semuanya tuntas, yang pasti kita akan membentuk tim, hasil bumi dan potensi wilayah daerah masing-masing harus dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat,” ucap Edy Rahmayadi.

Jamuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan dari provinsi lain. Seperti Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan, Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail, dan Wakil Gubernur Kepualauan Bangka Belitung Abdul Fatah.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya