Berita

Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi/Net

Dunia

DPR AS Loloskan Resolusi Batasi Kemampuan Perang Trump

JUMAT, 10 JANUARI 2020 | 07:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menyetujui resolusi yang berupaya membatasi kemampuan Presiden Donald Trump untuk melaksanakan perang terhadap Iran.

Persetujuan itu didapatkan melalui voting yang digelar di DPR Amerika Serikat yang didominasi oleh Demokrat pada Kamis (9/1). Voting berakhir dengan hasil 224-194 untuk mendukung resolusi tersebut.

Resoulsi ini berupaya untuk menghentikan penggunaan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat terhadap Iran kecuali presiden mengantongi izin dari kongres.


Namun resolusi ini menawarkan pengecualian apabila penggunaan Angkatan Bersenjata diperlukan untuk mempertahankan diri dari serangan bersenjata yang akan segera terjadi terhadap Amerika Serikat.
Dikabarkan BBC, resolusi itu dibuat dengan mengutip Undang-Undang Kekuatan Perang 1973, yang memberi kongres kemampuan untuk memeriksa kekuatan presiden untuk mengikat Amerika Serikat pada konflik bersenjata.

Namun, resolusi ini masih harus mendapat persetujuan di Senat yang dikuasai oleh Republik.

Jika Senat mendukung resolusi tersebut, maka baik DPR maupun Senat tidak perlu cemas menghadapi kemungkinan veto dari Trump. Pasalnya, resolusi tersebut dikenal sebagai resolusi bersamaan yang artinya tidak memerlukan tanda tangan presiden.

Akan tetapi pertanyaannya adalah, apakah kongres dapat menggunakan resolusi bersamaan untuk mengikat presiden atau tidak. Mengingat kongres diduduki oleh mayoritas politisi dari Partai Republik di mana Trump bernaung.

Sementara itu, Ketua DPR Nancy Pelosi sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak percaya Trump telah membuat Amerika Serikat lebih aman setelah serangan pesawat tak berawak pekan lalu yang menewaskan komandan Iran Qasem Soleimani.

Sedangkan Trump membuat cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa dia berharap semua anggota Partai Republik akan memberikan suara melawan Resolusi Kekuatan Perang yang didorong oleh Pelosi.

Dia juga membuat klaim baru tentang intelijen di balik serangan udara itu, mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Iran ingin meledakkan kedutaan besar Amerika Serikat di Irak.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya