Berita

Hikmahanto Juwana/Net

Politik

Hikmahanto: China Lagi Ngetes Keberanian Kabinet Indonesia Maju Jaga NKRI

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 17:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah komunis China sedang mengetes keberanian jajaran Kabinet Indonesia Maju dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Termasuk, teritor dan hak berdaulat di laut.

Begitu tegas Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menanggapi pelanggaran China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara.

“Mungkin ada pemerintahan baru, ada muka baru. Siapa tahu kebijakannya lebih longgar,” ujarnya dalam acara diskusi bertema “Jalan Keluar Sengketa Natuna” yang digelar Ikatan Advokat Indonesia di Resto Tjikini 5, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).


Hikmahanto menduga, pemerintah China mendengar kabar bahwa Indonesia sudah memiliki kebijakan baru, yaitu dengan tidak lagi menenggelamkan kapal asing yang melintas di wilayah Indonesia.

Kebijakan yang dipopulerkan Susi Pudjiastuti saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, menurut Hikmahanto terbilang efektif dalam membuat kapal nelayan asing jera masuk wilayah Indonesia.

“Karena mungkin mereka dengar bahwa tidak ada lagi penenggelaman kapal. Kira-kira seperti itu. Jadi ini dia (China) akan coba-coba,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya