Berita

Wahyu Setiawan/Net

Politik

Perludem: OTT Wahyu Setiawan Jadikan Momen Membersihkan KPU

RABU, 08 JANUARI 2020 | 20:20 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Perkumpulan pemilu dan demokrasi (Perludem) menilai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan bukan yang pertama pernah terjadi selama ada lembaga KPU.

"Kasus OTT ini bukan yang pertama di KPU. Anggota KPU Mulyana W. Kusumah (penyelenggara Pemilu 2004) adalah anggota KPU yang pertama kena OTT KPK," kata Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/1).

Namun demikian, Titi mengaku pihaknya sangat menyesalkan atas terjadinya OTT terhadap Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.


Menurutnya, OTT ini sangat kontradiktif dengan semangat antikorupsi yang digadang-gadang KPU. Misalnya, KPU pernah mencoba membuat terobosan hukum untuk melarang pencalonan mantan napi korupsi di Pemilu 2019.

"Ini tentu jadi pukulan berat bagi kelembagaan KPU," katanya.

Titi berpandangan, KPU harus menjadikan momen ini untuk bersih-bersih total di tubuh KPU baik internal maupun pola hubungan eksternal.

Bahkan Titi menegaskan, KPU mesti persilakan KPK untuk mengusut tuntas kasus ini. Di saat yang sama KPU harus membangun mekansime pengawasan internal yang lebih baik dalam mencegah perilaku koruptif jajarannya.

"Apalagi banyak godaan menjelang pilkada," demikian Titi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya