Berita

Qassem Soleimani/Net

Dunia

Mahathir Mohammad: Muslim Harus Bersatu Pasca Pembunuhan Qassem Soleimani

RABU, 08 JANUARI 2020 | 06:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negara-negara Muslim di dunia harus bersatu melindungi diri dari ancaman eksternal yang muncul pasca pembunuhan komandan militer top Iran, Qassem Soleimani oleh Amerika Serikan pekan lalu.

Mahathir menilai, pembunuhan Soleimani telah memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Dia bahkan menyebut bahwa hal itu dapat menyebabkan eskalasi dalam apa yang disebut sebagai terorisme.

"Waktunya tepat bagi negara-negara Muslim untuk berkumpul," kata Mahathir pada Selasa (7/1).


"Kita tidak lagi aman sekarang. Jika ada yang menghina atau mengatakan sesuatu yang tidak disukai seseorang, tidak apa-apa bagi orang dari negara lain untuk mengirim drone dan mungkin menembaki saya," sambungnya, seperti dimuat Channel News Asia.

Mahathir lebih lanjut membandingkan pembunuhan Soleimani dengan pembunuhan wartawa ternama asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi tahun 2018 lalu. Dia menyebut bahwa kedua kasus pembunuhan itu telah kelewatan batas.

"Ini juga tindakan lain di mana satu negara memutuskan sendiri untuk membunuh para pemimpin negara lain," kata Mahathir,

"Kedua (pembunuhan) bersalah atas tindakan tidak bermoral, itu melanggar hukum," tegasya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya