Berita

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri/RMOL

Hukum

Firli Bahuri Disebut Akan Terima Suap, Jubir KPK: Itu Tidak Terkait Kapolda Yang Jadi Ketua KPK

SELASA, 07 JANUARI 2020 | 19:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Disebutnya nama mantan Kapolda Sumatera Selatan yang saat ini menjabat Ketua KPK, Komjen Pol Firli Bahuri dalam sidang eksepsi kasus dugaan suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 Miliar yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani dipastikan tidak benar.

Firli disebut bakal menerima suap sebesar 35 ribu dolar Amerika dari  Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muara Enim, Elfin Muchtar melalui keponakan Firli bernama Erlan.

Begitu disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/1).


"Itu tidak terkait dengan Pak Kapolda yang saat ini merupakan Ketua KPK (Firli Bahuri)," ujar Ali.

Telebih, kata Ali, nama Firli Bahuri pun tidak ada dalam surat dakwaan kasus suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 Miliar yang menjerat Ahmad Yani.

"Poinnya disitu. Kalau kita ikuti memang tidak ada kaitannya bahwa penerimaan uang ini diberikan kepada Pak Kapolda Sumsel Pak Ketua KPK sekarang (Firli Bahuri)," tegasnya.

Lebih lanjut, Ali menyatakan persidangan kasus tindak pidana korupsi bersifat terbuka untuk umum. Karena itu masyarakat dapat menyaksikan langsung apakah orang nomor satu di lembaga antirasuah itu terlibat dalam kasus korupsi dengan terdakwa Ahmad Yani atau justru sebaliknya.

"Saya kira nanti ikuti persidangannya ya. Ini kan terbuka untuk umum. Masyarakat bisa ikuti terkait fakta yang disampaikan kuasa hukum terdakwa (Ahmad Yani)," demikian Ali.

Komjen Pol Firli Bahuri pun telah membantah bahwa dirinya dan keluarganya tidak pernah menerima apapun seperti dalam sidang eksepsi kasus suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 Miliar untuk terdakwa Ahmad Yani.

"Saya tidak pernah menerima apapun dari orang. Semua pihak yang mencoba memberi sesuatu kepada saya atau melalui siapapun pasti saya tolak. Termasuk saat saya jadi Kapolda Sumsel," kata Firli saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya