Berita

Pemerintah RI harus bersikap tegas dalam masalah Natuna/Net

Politik

Soal Natuna, Pengamat: Pemerintah Harus Bedakan Negara Investor, Sahabat, dan Kedaulatan!

SELASA, 07 JANUARI 2020 | 10:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah Indonesia diminta tegas terkait klaim sepihak dari Pemerintah Komunis China atas perairan Natuna. Pemerintah juga tak perlu takut terhadap investasi China yang ada di Tanah Air kalau akhirnya bertindak tegas.

Begitu disampaikan pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (7/1).

"Harus bedakan antara negara investor, negara sahabat, dan negara yang telah melanggar kedaulatan RI. Jika negara lain termasuk China, kapalnya sudah masuk perairan Indonesia. Dan itu sudah melanggar ZEE, maka harus diprotes keras," kata Ujang.


Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini meminta pemerintah tidak melakukan kompromi ketika menyangkut kedaulatan RI. Terlebih, pemerintahan era Presiden Joko Widodo kerap menggembar-gemborkan Pancasila dan NKRI.  

"Jangan lembek. Sikap lembek pemerintah hanya akan menjadi bulan-bulanan China dan negara lain. Tak ada kompromi bagi pelanggar batas kedaulatan NKRI," tegas Ujang.

Lebih jauh Ujang berharap pemerintah tetap menjaga wilayah perbatasan di perairan agar tidak ada lagi negara seperti China yang mencoba mengusik kedaulatan Indonesia.

"Pemerintah harus jaga kedaulatan RI. Jangan biarkan kapal asing masuk perairan Indonesia tanpa izin," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya