Berita

Pabrik pengolah minyak Aramco Saudi/Net

Dunia

Dampak Pembunuhan Jenderal Top Iran Oleh AS, Saham Aramco Ketar-Ketir

SENIN, 06 JANUARI 2020 | 22:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Saham perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco merosot drastis ke level terendah sejak debut pasar saham raksasa minyak negara itu awal pekan ini.

Hal itu terjadi karena investor tengah bersiap untuk kemungkinan pembalasan Iran atas pembunuhan jenderal topnya, Qassem Soleimani oleh serangan udara Amerika Serikat di Baghdad, Irak pekan lalu.

Saham Aramco turun sekitar 2 perse sejak pembunuhan Soleimani. Penurunan itu mencerminkan kekhawatiran bahwa Iran dapat menanggapi serangan itu dengan menargetkan infrastruktur minyak Arab Saudi, yang merupakan sekutu penting Amerika Serikat di kawasan tersebut.


Penurunan saham terjadi meskipun ada lonjakan harga minyak mentah sebanyak 6 persen sejak Kamis pekan lalu, mendekati angka 70 dolar AS. Lonjakan harga minyak mentah itu seharusnya membantu meningkatkan pendapatan di perusahaan paling bernilai di dunia tersebut.

Kepala strategi ekuitas yang berbasis di Dubai, Tellimer yang merupakan sebuah bank investasi yang berfokus pada pengembangan pasar mengatakan bahwa pembunuhan Soleimani memiliki dampak yang besar.

"(Pembunuhan Soleimani) menimbulkan risiko geopolitik yang belum dipetakan," jelasnya, seraya menambahkan bahwa hal itu akan membatasi ketertarikan investor asing untuk Saudi Aramco.

Dikabarkan CNN, salah satu kekhawatiran yang muncul adalah bahwa Iran kemungkinan akan mampu membalas melalui serangan dunia maya. Iran diketahui memiliki kemampuan siber yang kuat, dan sebelumnya telah dikaitkan dengan serangan terhadap bank-bank besar seperti JPMorgan Chase, Bank of America dan Wells Fargo yang menyulitkan pelanggan untuk masuk ke akun mereka dan mengakses dana.

Aramco sendiri sebelumnya pernah mengalami salah satu serangan dunia maya terburuk dalam sejarah, ketika 35.000 komputer sebagian terhapus atau hancur total oleh peretas pada tahun 2012 lalu.

Risiko lain yang dikhawatirkan oleh para investor adalah serangan terhadap infrastruktur perusahaan. Amerika Serikat menyalahkan Iran atas serangan rudal ke Arab Saudi pada bulan September lalu yang secara singkat mengganggu sekitar setengah dari produksi minyak kerajaan. Iran membantah melakukan serangan itu.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya