Berita

Marzuki Alie/Net

Politik

Mudah-mudahan Dengan Ada Musuh Rakyat Bisa Bersatu

MINGGU, 05 JANUARI 2020 | 07:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terhadap pemerintah komunis China yang telah melanggar kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dikritisi.

Pasalnya, ketua umum Gerindra itu terlalu lemah dengan menyebut China sebagai sahabat Indonesia.

Namun demikian, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Dia justru heran dengan desakan berbagai kalangan yang meminta pemerintah bertindak tegas atas masuknya kapal-kapal China ke wilayah NKRI.


Menurut Arief, kondisi internal masyarakat Indonesia yang saat ini sibuk dengan saling fitnah dan saling ejek tidak tepat jika desakan untuk melawan Pemerintah Komunis China.

"Coba berkaca pada bangsa kita. Saat ini wong pasca Pilpres saja di negara kita rakyatnya masih saling fitnah, saling benci dan saling ngejek, saling curiga kok mau perang lawan China  Mana mungkin bisa menang yang ada pada berantem sendiri nanti kalau perang," kata Arief dengan heran, Sabtu (4/1).  

Menurutnya, pernyataan Prabowo bahwa Indonesia perlu bersikap tenang dan memperlakukan China sebagai sahabat adalah tepat.

"Jadi yang dibilang Prabowo kita harus bersikap cool terhadap masalah kapal kapal RRC (China) yang masuk ke Perairan Natuna itu jawaban dan solusi yang paling tepat," tegas Arief.

Sementara itu, mantan Ketua DPR Marzuki Alie merespon. Menurutnya, kehadiran sebuah common enemy atau musuh bersama acapkali membuat suatu kelompok menjadi bersatu. Termasuk sebuah negara.

“Mudah-mudahan dengan ada musuh bersama rakyat akan bersatu. Kalau nggak ada musuh akan tengkar sendiri,” ujarnya di akun Twitter pribadi, Minggu (5/1).

Menurut Marzuki, pola ini mirio dengan Partai Golkar yang memiliki banyak faksi dan selalu bersaing keras. Tapi faksi-faksi itu secara otomatis menyatu saat ada serangan dari pihak lain ke tubuh partai.

“Tatkala berhadapan pihak luar mereka bersatu,” tutupnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya