Berita

Kapal Coast Guard China diketahui masuk wilayah Natuna/Net

Politik

Komisi I DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas Soal Natuna

SABTU, 04 JANUARI 2020 | 11:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Indonesia tak boleh memberi angin kepada upaya Pemerintah Komunis China yang memasuki wilayah Natuna. Tidak boleh main-main ketika menyangkut kedaulatan NKRI.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap keberadaan kapal-kapal coast guard China di perairan Natuna.

Langkah pemerintah Indonesia dengan melayangkan nota protes belum cukup. Tetap harus diikuti dengan tindakan tegas dan terukur.


"Kalau terbukti, beri tindakan tegas, terukur, dan jelas. Kita tidak pernah main-main soal kedaulatan NKRI," kata Kharis melalui keterangannya di Jakarta, Jumat malam (3/1).

Tak hanya itu, Kharis juga memintah Pemerintah Komunis China untuk tak asal klaim kawasan. Apalagi, wilayah tersebut sudah diakui oleh hukum internasional sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Indonesia.

Sebelumnya, jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang mengklaim memiliki kedaulatan di Kepulauan Nansha, Laut Cina Selatan, yang memang letaknya dekat dengan Natuna.

"Hukum internasional ada ZEE, dan Natuna serta wilayah yang meliputinya sejauh 200 mil laut itu jelas wilayahnya Republik Indonesia," tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya