Berita

“Refleksi dan Tausiyah Kebangsaan NU 2020” di Kantor PBNU/Net

Politik

Said Aqil: Banjir Jabodetabek Bentuk Keteledoran Pejabat

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 15:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj merasa prihatin dan berduka yang mendalam atas musibah banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di awal tahun ini.

Menurutnya, bencana banjir tersebut terjadi karena adanya keteledoran manajemen mitigasi dan bencana dari pemerintah, sehingga tidak mampu mengantisipasi adanya banjir di ibukota.

“Kami menyimpulkan punya kesan bahwa manajemen kebencanaan tidak ada koordinasi dan tidak koordinasi dengan baik antar kementerian pemerintah pusat dan daerah,” ucap Said Aqil di kantornya dalam acara “Refleksi dan Tausiyah Kebangsaan NU 2020” di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/1).


Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah terlihat kurang baik dalam menangani masalah banjir di Jakarta. Said menyimpulkan itu dari cara para pejabat terkait yang gugup dan cenderung kaget saat menangani musibah air bah.

“Jadi kalau kita lihat dari siaran pers pejabat yang terkait, kelihatan sekali tidak ada koordinasi, tidak ada konsolidasi antar sesama mereka. Ini merupakan kecerobohan dan keteledoran dari pejabat terkait dalam menangani dalam mengantisipasi musibah ini,” tambahnya.

Terlepas dari itu, Said menilai musibah banjir merupakan momentu, yang baik untuk saling introspeksi dan mendekatkan diri pada Allah.

“Jadikan pelajaran musibah ini kita semakin memperbaiki diri kita memperbanyak zikir. Zikir itu artinya ingat kepada Allah cara qolban wa lisanan, hati dan ucapan,” tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya