Berita

Petugas pompa air Waduk Pluit/RMOL

Nusantara

Ketinggian Air Di Pompa Waduk Pluit Masih Normal

RABU, 01 JANUARI 2020 | 18:30 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Sebanyak 10 unit mesin pompa milik pintu air Gedung Pompa Waduk Pluit di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dioperasikan untuk mengatasi banjir di beberapa daerah di Jakarta.

Penanggungjawab gedung pompa Waduk Pluit, Edi Priyatno mengatakan, sejak kemarin ketinggian air di pintu air Pompa Waduk Pluit masih normal.

"Sudah dibikin minus 180 sampai minus 195. Artinya kita sudah siap. Karena pompa sini jangan lagi musim penghujan. Musim kemarau saja kita harus nahan di minus 195," kata Edi Priyatno saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di pos petugas gedung pompa Waduk Pluit, Rabu (1/1).


Edi mengatakan, keberadaan gedung pompa Waduk Pluit memang untuk persiapan kantong air. Karena dari 13 anak sungai, airnya masuk di Waduk Pluit.

"Seperti anak sungai Kali Pakin, Gajahmada, Tubagus Angke, Kali Jelangkeng, juga Krukut. Lokasi yang kita tangani di sini sekitar 2400 hektar dari 13 anak sungai itu," jelasnya.

Dijelaskan dia, sepuluh unit mesin pompa milik gedung pompa Waduk Pluit kapasitasnya berbeda. Ada satu mesin bisa menyedot 5000 liter per detik.

"Paling besar 6000 liter per detik. Sekarang satu pompa saja yang ini 5000 liter per detik," kata Edi sambil menunjuk mesin pompa di sebelah timur.

Meski demikian, Edi tak bisa memastikan keberadaan pintu air gedung pompa Waduk Pluit dapat mencegah terjadinya banjir di DKI Jakarta.

"Kalau yang namanya banjir itu kan tinggal tergantung air sungainya, normal atau nggak. Kan gitu. Selama ini kita, Waduk harus bertahan di minus 195 tanpa terkecuali," ujar dia.

"Tidak menutup kemungkinan di Penjaringan nggak hujan tapi di pusat hujan, airnya akan berdampak kemari (gedung pompa Waduk Pluit)," pungkasnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya