Berita

Aksi unjuk rasa di India/Net

Dunia

Tutup Tahun 2019, Ribuan Warga India Protes Anti UU Kewarganegaraan

SELASA, 31 DESEMBER 2019 | 20:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan warga India mengisi malam tahun baru dengan turun ke jalan untuk memprotes Undang-Undang (UU) Kewarganegaraan yang baru.

Para pengunjuk rasa merencanakan setidaknya tiga aksi ujuk rasa malam tahun baru di New Delhi, termasuk di daerah Shaheen Bagh, di mana ratusan warga telah memblokir jalan raya utama selama 18 hari.

Aksi unjuk rasa diisi dengan pembacaan puisi dan pidato di luar Universitas Jamia Millia di New Delhi.


"Resolusi Tahun Baru untuk membela konstitusi," begitu keterangan pihak penyelenggara.

Menanggapi hal itu, polisi mengerahkan pasukan tambahan di New Delhi dan memberlakukan pembatasan lalu lintas di beberapa bagian di ibukota.

"Semua tindakan pencegahan telah dilakukan," kata pejabat polisi Chinmoy Biswal, yang mengawasi bagian tenggara kota yang mencakup Shaheen Bagh dan Universitas Jamia Millia.

"Baru-baru ini, tidak ada insiden. Jadi kami berharap semuanya akan tetap baik-baik saja," katanya kepada Reuters.

Diketahui bahwa India telah diguncang oleh protes sejak 12 Desember lalu, ketika pemerintah India mengeluarkan UU yang memudahkan jalan bagi minoritas non-Muslim dari negara tetangga mayoritas Muslim di Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan untuk mendapatkan kewarganegaraan India.

Banyak orang India khawatir bahwa tindakan itu akan mendiskriminasikan komunitas Muslim minoritas dan merusak konstitusi sekuler negara itu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya