Berita

Dato Sri Tahir (kanan) dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Kalau Tidak Mau Terpapar Jiwasrayagate, Jokowi Harus Bersih-bersih Istana

SELASA, 31 DESEMBER 2019 | 16:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kasus PT Asuransi Jiwasraya ramai diperbincangkan di penghujung tahun 2019. Perusahaan pelat merah itu mendeklarasikan diri gagal bayar polis nasabah hingga Rp 12,4 triliun. Selain itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga telah menyebut ada kerugian negara hingga Rp 13,7 triliun dalam kasus ini.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule mengurai bahwa ahli ekonomi dan keuangan sudah banyak yang menganalisa mengenai masalah Jiwasraya.

“Ada yang bilang melakukan skema ponzi, window dressing, fraud, sampai bilang terjadi perampokan Jiwasraya,” urainya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (31/12).


Inti dari kasus ini, sambung Iwan Sumule, adalah negara jelas dirugikan dari aktivitas Jiwasraya. Sehingga harus diusut secara tuntas.

“Ada korupsi,” tegasnya menyimpulkan.

Di satu sisi, Iwan Sumule turut menyebut nama Dato Sri Tahir yang belum tersentuh. Kabar beredar memang menyeret nama anggota Wantimpres itu. Disebutkan bahwa Dato Sri Tahir melalui Mayapada Group mengakuisisi saham dari dua perusahaan milik keluarga Tjokrosaputro, yakni PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO). Keduanya merupakan perusahaan yang gagal bayar surat utang pada Jiwasraya.

Kata Iwan Sumule, jika tak mau terpapar dan terseret Jiwasrayagate, Presiden Jokowi harus membersihkan nama tersebut dari Istana.

“Dato belum tersentuh. Geram. Istana sepertinya jadi tempat nyaman dan aman buat Dato berteduh dan berlindung,” tegasnya.

Sementara itu, Dato Sri Tahir telah telah membantah tudingan yang beredar. Dia mengaku tidak pernah kenal dan tidak memiliki rencana untuk membeli saham tersebut.

“Jadi itu hoax total,” sanggahnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya