Berita

Mata uang Franc CFA/Net

Dunia

Ghana Siap Gabung Dengan Mata Uang Baru Afrika Barat

MINGGU, 29 DESEMBER 2019 | 23:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Ghana bersiap untuk bergabung dengan mata uang baru Afrika Barat yang disebut dengan Eco pada tahun depan. Mata uang baru ini rencananya akan menggantikan mata uang saat ini, yakni Franc CFA yang didukung oleh Perancis.

Franc CFA saat ini digunakan di sejumlah negara regional di Afrika Barat, yakni Benin, Burkina Faso, Guinea-Bissau, Pantai Gading, Mali, Niger, Senegal dan Togo sejak tahun 1945.

Ghana sendiri sebenarnya bukan merupakan bagian dari Uni Ekonomi dan Moneter Afrika Barat (UEMOA). Negara tersebut memiliki mata uang sendiri yang disebut dengan Cedi.


Masuknya Ghana ke dalam serikat mata uang baru itu akan menjadikan negara tersebut sebagai negara dengan ekonomi terbesar di blok itu.

Inisiatif pembentukan mata uang Eco sendiri diumumkan oleh Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara dan Presiden Perancis Emmanuel Macron awal nulan ini. Mereka menjelaskan bahwa UEMOA telah sepakat untuk memutuskan hubungan keuangan dengan Perancis yang telah menopang mata uang bersama di kawasan itu.

Di bawah kesepakatan itu, Eco akan tetap dipatok terhadap euro, tetapi negara-negara Afrika di blok itu tidak akan harus menyimpan setengah dari cadangan mereka di Departemen Keuangan Perancis dan seorang perwakilan Perancis tidak akan lagi duduk di dewan serikat mata uang.

"Kami, di Ghana, bertekad untuk melakukan apa pun yang kami bisa untuk memungkinkan kami (untuk) bergabung dengan Negara-negara Anggota UEMOA, segera, dalam penggunaan Eco, karena, kami percaya, itu akan membantu menghilangkan hambatan perdagangan dan moneter," begitu keterangan yang dirilis Kantor Presiden Ghana Nana Akufo-Addo akhir pekan ini, seperti dikabarkan Reuters.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya