Berita

Renanda Bachtar/Net

Politik

Demokrat: Ajaib, Gagal Kelola Jiwasraya Tahun 2015 Tapi Yang Salah Masa Lalu

JUMAT, 27 DESEMBER 2019 | 17:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merugi sejak 10 tahun lalu atau era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus menuai kecaman dari kader Partai Demokrat.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Renanda Bachtar mengatakan bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah cerdas. Untuk itu, setiap pemimpin harus berani legawa mengakui kesalahan yang diperbuat.

“Masih ada waktu (berbenah),” sindirnya pada Jokowi dalam akun Twitter pribadi, Jumat (27/12).


Dia lantas mengurai penyebab Jiwasraya bangkrut dan akhirnya gagal bayar belasan triliun rupiah polis nasabah.

Kebangkrutan dimulai saat Jiwasraya mengeluarkan produk baru bernama saving plan atau JS Plan dan investasi di saham-saham berkinerja buruk pada tahun 2015 atau setelah SBY memimpin negeri.

Kedua hal tersebut membuat Jiwasraya akhirnya mengalami kebangkrutan sejak tahun 2017 dan memuncak di tahun 2019.

“(Kini) mau dilempar kesalahannya ke masa lalu, padahal gagal kelola di 2015? Ajaib!” tegasnya.

Kepada Jokowi, Renanda mengingatkan bahwa rakyat sudah bisa mengikuti kronologis dan laporan keuangan Jiwasraya dengan mudah di era transparansi. Untuk itu, dia meminta agar tidak lagi menyalahkan kinerja pemerintahan sebelumnya.

“Kinerja keuangan Jiwasraya memburuk signifikan di 2 tahun terakhir ini? Tidak malu? Hati-hati. Rakyat sudah cerdas saat ini,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya