Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Baru Dilantik, Ini Catatan PMII Untuk Pimpinan KPK

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 14:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Komisioner Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) periode 2019-2023 telah resmi dilantik pada Jum'at (20/12). Dengan bergantinya komisioner, tentu masyarakat mengharapkan kinerja KPK yang baru jauh lebih baik dari sebelumnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Sabolah Al Kalamby, mengucapkan selamat atas pelantikan pimpinan KPK baru yang dipimpin oleh Firli Bahuri. Dia meyakini, KPK dapat lebih baik ke depannya.

"Selamat atas dilantiknya pimpinan KPK yang baru. Selamat kepada Pak Firli Bahuri selaku Ketua KPK baru, Saya mengenal beliau sebagai sosok yang profesional, tegas dan berani,” pungkasnya.


Sabolah menyebutkan, komisioner baru harus lebih banyak melakukan uapaya pencegahan terhadap tidakan koruptif baik pejabat pemerintah (eksekutif) maupun lagislatif.

"Publik tentu berharap tidak banyak lagi tontonan dan atau berita tentang OTT maupun penetapan tersangka baru oleh KPK. Saya berharap KPK baru lebih banyak melakukan kerja-kerja pencegahan sehingga meminimalisir perilaku koruptif terhadap para pejabat di negara kita," kata Sabolah.

“Banyak melakukan sosialisasi dan melakukan pendidikan anti korupsi dengan bekerjasama dengan stakeholder juga sangat penting dilakukan untuk menggalang kekuatan melawan koruptor dan melakukan pencegahan atas perilaku koruptif sejak dini," sambungnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan bahwa KPK yang baru jangan pernah tebang pilih dalam memberantas korupsi. Semua kasus yang ada harus diusut tuntas dan disampaikan ke publik. Sebab, ada banyak kasus-kasus korupsi yang belum tuntas dan diselesaikan.

"Kami berharap kasus-kasus besar yang belum diselesaikan oleh KPK yang lama, dapat diselesaikan oleh KPK yang baru," harapnya.

Terkait dengan internal pegawainya, Sabolah meminta tidak lagi muncul isu-isu miring dari dalam tubuh KPK termasuk tentang pegawainya sebagai mana pemberitaan akhir-akhir periode pimpinan KPK lama.

“Pimpinan KPK baru juga harus kompak, bagaimana mungkin mau bekerja baik dan menuntaskan tugas-tugas besar soal pemberantasan korupsi bilamana pimpinannya tidak kompak, dimana kita tahu pengambilan keputusan KPK juga harus kolektif kolegial," tegasnya.

Secara khusus, Sabolah mengucapkan terima kasih pengabdian atas kerja-kerja baik pimpinan KPK yang lama. Beberapa hal yang belum memuaskan publik mesti jadi catatan untuk  perbaikan dan tentu menjadi PR pimpinan KPK yang baru dilantik.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya