Berita

Perwakilan Taliban/Al Jazeera

Dunia

AS-Taliban Kembali Buka Pintu Dialog, Harapan Baru Bagi Perdamaian Di Afghanistan Muncul

MINGGU, 08 DESEMBER 2019 | 07:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat memulai kembali perundingan dangan kelompok militan Taliban di Doha, Qatar akhir pekan ini (Sabtu, 7/12). Pembicaraan putaran baru ini digelar selang tiga bulan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba menghentikan upaya diplomatik dengan Taliban.

Pembicaraan yang diperbarui itu diharapkan akan membuka jalan bagi pembicaraan langsung antara Taliban dan pemerintah di Kabul yang pada akhirnya diharapkan bisa membuka kemungkinan perjanjian damai setelah lebih dari 18 tahun perang berkecamuk di Afghanistan.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa utusan perdamaian Amerika Serikat, Zalmay Khalilzad mengadakan pembicaraan resmi pertama sejak September dengan kelompok Afghanistan di Doha.


"Amerika Serikat bergabung kembali dengan pembicaraan hari ini di Doha. Fokus diskusi adalah pengurangan kekerasan yang mengarah pada negosiasi intra-Afghanistan dan gencatan senjata," kata juru bicara itu seperti dimuat Al Jazeera.

Pembicaraan di Doha sebelumnya telah diawali dengan pembicaraan di ibukota Afghanistan, Kabul, di mana Khalilzad bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Taliban sejauh ini menolak pembicaraan langsung dengan Ghani dan menyebutnya sebagai "boneka Amerika Serikat".

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Polda Metro Minta Insan Pers Imbangi Kecepatan Medsos

Senin, 09 Februari 2026 | 22:00

Pemprov Sultra Agendakan Mediasi Kedua Konflik Yayasan Unsultra

Senin, 09 Februari 2026 | 21:40

Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Usai Nyatakan Dukung Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 21:36

MPR Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Kebangsaan Agar Tak Mudah Diprovokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 21:22

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

Senin, 09 Februari 2026 | 21:16

KPK Dalami Informasi Keterlibatan Lasarus Dkk di Kasus Suap DJKA

Senin, 09 Februari 2026 | 20:52

Menkop Resmikan Toko Rakyat Serba Ada di Kubu Raya

Senin, 09 Februari 2026 | 20:41

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

Senin, 09 Februari 2026 | 20:38

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

Senin, 09 Februari 2026 | 20:29

Legislator Golkar Dorong Sertifikasi Halal Juru Potong Ayam Dapur MBG

Senin, 09 Februari 2026 | 20:26

Selengkapnya