Berita

Ujang Komaruddin/Net

Politik

Pengamat: Ada Upaya Memasang “Tangan Penguasa” Di TVRI

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 11:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ada tujuan khusus di balik pencopotan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI. Beragam dugaan pun muncul seiring perlawanan Helmy Yahya yang menyebut pencopotan itu tidak berdasar.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin bahkan menduga pencopotan itu dilakukan karena penguasa ingin menempatkan orang-orangnya di TVRI.

"Kemungkinan pemberhentian Helmy Yahya tidak sesuai aturan. Bisa saja pemberhentian tersebut, penguasa ingin memasukkan orang-orangnya di TVRI," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (6/12).


Menurut Ujang, tidak berlebihan jika pemberhentian Helmy Yahya disebut disengaja. Hal itu bisa dilihat dari keberanian Helmy dalam melawan.

"Bisa saja disengaja. Tapi akan dicari pembenaran seolah-olah tidak sengaja," ujarnya.

Dosen dari Universitas Al Azhar ini menduga ada upaya mengakomodir kepentingan pemerintah di BUMN untuk membagi kue kekuasaan kepada mereka yang ikut memenangkan Jokowi-Maruf pada pilpres lalu. 

"Ada kepentingan mengakomodir partai, relawan, dan person yang telah berjasa pada Jokowi di pilpres," tandasnya. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya