Berita

Ketum PP Muhammadiyah dan Presiden PKS, Sohibul Iman/RMOL

Politik

Lakukan Pertemuan Tertutup, Ini Pesan PP Muhammadiyah Untuk PKS

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 22:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Keadilan Sejahtera bersilaturahmi ke pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk meminta nasihat dalam menyikapi dinamika kebangsaan dan keumatan.

Dalam lawatannya, PKS mendapat beberapa pesan yang disampaikan oleh Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

"Disampaikan Pak Haedar Nashir bagaimana PKS sebagai partai Islam mesti mengintegrasikan kebangsaan. PKS dan Muhamadiyah satu visi, selesai dan sepakat dengan konsensus dasar negara kita (Pancasila)," ujar Presiden PKS, Shohibul Iman u menggelar pertemuan tertutup di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/12).


Hal itu diamini oleh Haedar bahwa Pancasila sebagai ideologi negara sudah bersifat final.

"Bagi Muhammadiyah juga satu visi dengan PKS. Indonesia itu sudah selesai (final) sebagai negara Pancasila, darul ahdi wa syahadah. Di situlah tempat titik temu dan semua kekuatan bangsa, termasuk umat islam," tutur Haedar.

Dalam mengimplementasikan spirit Pancasila di konteks sosial dan politik, jelasnya, diperlukan menjaga kehidupan yang demokratis. Salah satunya menjaga semangat reformasi yang sudah berjalan hampir dua dekade ini.

"Jangan lupa semangat reformasi itu, ada check and balances, ada proses aspirasi kekuatan civil society yang kuat. Tetapi juga pada saat yang sama kita ingin ada pemerintahan yang good governance. Nah, cita-cita reformasi ini jangan padam dan harus menjadi spirit kita bersama," ucapnya.

Sementara itu, Sohibul mengaku PP Muhammadiyah meminta PKS tetap menjaga demokrasi di Indonesia. Salah satunya, agar tetap menjadi partai penyeimbang.

"Kami mendapat nasihat untuk mematangkan demokrasi, menjaga logika dasar demokrasi dengan kami bisa menempatkan diri sebagai kekuatan penyeimbang," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya